Anggaran Dipangkas, Wali Kota Solo Terapkan Kebijakan WFA untuk ASN
ASN, kata dia, bisa melaksanakan WFA di tempat UMKM, rumah makan hingga coffee shop yang masih terjangkau harganya
Pemerintah Kota Solo menerapkan kebijakan Work From Anywhere (WFA) untuk Aparatur Sipil Negara (ASN) tahun ini.
Penerapan WFA diputuskan usai adanya pemangkasan transfer ke daerah (TKD) dari anggaran dan pendapatan belanja negara (APBN) 2026 yang mencapai Rp 218 miliar.
Wali Kota Solo, Respati Ardi meyakinkan pelayanan publik tidak akan terganggu. Bahkan terlepas dari itu, WFA ini bisa menghemat anggaran pemkot hingga 31 persen.
"Jadi kita target setiap OPD itu bisa turun minimal bisa 31 persen. WFA ini hanya untuk yang ngantor, bukan untuk yang pelayanan," ujar Respati.
ASN, kata dia, bisa melaksanakan WFA di tempat UMKM, rumah makan hingga coffee shop yang masih terjangkau harganya.
"Kalau perlu WFA-nya ini ngantornya di UMKM, rumah makan, coffee shop, hotel-hotel bintang tiga yang harganya masih masuk dari pada kita di kantor," kata dia.
Bagaimana dengan Pengawasan?
Disinggung soal pengawasan, kata dia, bisa dilakukan melalui hasil kinerja ASN.
"Pengawasan kinerja itu di output pekerjaannya yang jelas. Hari ini kamu mengerjakan apa, minggu ini merakorkan kebijakan apa? Minggu ini kajian apa yang harus diselesaikan. Jadi indikator kinerjanya beres. Tidak masalah, ngantor atau tidak," terangnya.
Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga akan mengawasi kinerja ASN melalui indikator penyerapan per bulan melalui Sistem Informasi Perencanaan Pembangunan Daerah (SIPPD).
"Saya menugaskan Wakil Wali Kota (Astrid Widayani) untuk monev penyerapan anggaran. Jadi kebijakannya kita awasi. Nanti Mbak Astrid juga ikut mengawasi penyerapan anggaran sampai mana," katanya.
Dikatakan dia, Pemkot Solo juga akan merasionalisasi pos operasional seperti makan minum rapat, listrik, dan transportasi.