4 Jenazah Terakhir Korban Kecelakaan Bus ALS-Truk Tangki di Sumsel Teridentifikasi
Tim DVI Pusdokkes Polri bersama Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang mengumumkan identifikasi 4 jenazah tersisa.
Tim DVI merampungkan identifikasi terhadap jenazah korban kecelakaan bus ALS-truk tangki di Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatra Selatan, Rabu (6/5). Insiden ini menyebabkan 19 korban tewas dan dua lainnya mengalami luka.
Setelah mengidentifikasi 13 jenazah, tim DVI Pusdokkes Polri bersama Rumah Sakit Bhayangkara Mohammad Hasan Palembang mengumumkan identifikasi 4 jenazah tersisa.
"Empat jenazah terakhir berhasil diidentifikasi, artinya semua jenazah berjumlah 17 orang telah teridentifikasi semua," ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Dokkes Polda Sumsel AKBP Andrianto, Minggu (24/5).
Hasil Pemeriksaan Lab
Andrianto menjelaskan, hasil pemeriksaan laboratorium empat sampel DNA diterima dari Pusdokkes Polri dua hari lalu. Kemudian tim melakukan rekonsiliasi untuk mencocokkan data ante mortem dan post mortem hingga terungkap identitas masing-masing jenazah.
Dari hasil pencocokan tersebut, jenazah pertama teridentifikasi atas nama Sukardi, jenis kelamin laki-laki, anak biologis Mario, warga Medan, Sumatra Utara. Jenazah kedua diketahui bernama Serepdo Gurning, anak biologis Mona Lisa Siahaan, warga Medan, Sumatra Utara.
Kemudian atas nama Sukono bin Supardi Nasution warga Padang, Sumatera Barat, dan jenazah keempat diketahui bernama Karnovim Salim, laki-laki, warga Semarang, Jawa Tengah. Karnovim dikenali melalui kecocokan langsung dengan sampel pembanding berupa peci milik korban.
Kecocokan Data Ante Mortem
"Ada kecocokan antara data ante mortem dan post mortem dari empat jenazah yang tersisa. Seluruh jenazah telah diserahkan ke keluarga dan diberangkatkan ke asal masing-masing melalui jalur darat," kata Andrianto.
Terkait satu korban yang mengalami luka bakar atas nama Ngadiono (44), Andrianto menyebut pasien terus menunjukkan perkembangan signifikan. Luka bakar yang sebelumnya mencapai 50 persen kini hanya tersisa 15 persen saja.
"Pasien sudah bisa bergerak sendiri ke kamar mandi dan kemungkinan dalam waktu dekat sudah bisa dipulangkan," tutup Andrianto.