300 Pelajar di Lebong Bengkulu Dirawat di Rumah Sakit Usai Santap MBG, Sampel Muntah dan Sisa Makanan Dicek BPOM
Sejumlah siswa dibawa ke RSUD Lebong hingga jumlah pasien terus bertambah pada Rabu (27/8) sore hingga malam.
Pihak Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu, mengirimkan sampel sisa makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diduga menjadi penyebab keracunan massal pelajar di wilayah itu.
Berdasarkan data sementara, sebanyak 427 siswa di Kabupaten Lebong mengalami gejala keracunan, seperti mual, muntah, hingga lemas, setelah menyantap hidangan dari Program MBG. Sejumlah siswa dibawa ke RSUD Lebong hingga jumlah pasien terus bertambah pada Rabu (27/8) sore hingga malam.
"Sampel muntahan siswa dan sisa makanan telah dikirim ke BPOM Bengkulu untuk diperiksa. Ini untuk memastikan apakah keracunan dipicu makanan basi, kadaluwarsa, atau faktor lain," kata Kabid Pelayanan Medis dan Keperawatan RSUD Lebong Gian Septhayudi saat dihubungi di Lebong, Rabu (27/8), sebagaimana dikutip dari Antara.
Dia menjelaskan, ratusan pelajar di Kabupaten Lebong mulai dari PAUD, TK, SD dan SMP di daerah itu pada Rabu pagi hingga siang harus dilarikan ke RSUD Lebong karena mengalami keracunan dengan gejala mual, muntah serta pusing.
"Pemeriksaan sampel ini di laboratorium BPOM Bengkulu ini diharapkan bisa memberikan kepastian penyebab keracunan tadi pagi," ujar dia.
Jumlah Korban
Jumlah pelajar yang menjadi korban keracunan setelah menyantap MBG tersebut mencapai 300 siswa. Mereka ini semuanya sudah mendapatkan penanganan media di RSUD Lebong.
"Saat ini sebagian besar siswa yang dilaporkan mengalami keracunan ini sudah menunjukkan kondisi membaik, dan yang lainnya masih dalam perawatan," kata Gian.
Menurut dia, kendati penanganan utama tetap pada pemulihan siswa, hasil pemeriksaan BPOM akan menjadi dasar penting untuk langkah lanjutan sehingga lebih jelas dan terarah.
Kalangan pelajar yang diduga keracunan setelah mengonsumsi MBG dengan menu terdiri atas mi, bakso, sayuran, susu, dan telur, yang kemungkinan menjadi sumber penyebab keracunan.
"Dari 300-an pelajar ini sebagian mendapatkan perawatan intensif di fasilitas kesehatan setempat seperti puskesmas dan rumah sakit. Kondisi mereka ini sebagian besar sudah mulai berangsur membaik, dan esok harus sudah bisa dipulangkan," kata Gian.
Jumlah Siswa Penerima MBG
Penerima bantuan MBG di Kabupaten Lebong ini di antaranya berasal SD IT Al Azhar, PAUD IT Al Azhar, SD Muhammadiyah 1 A Ujung Tanjung dan TK IT Tabeak Kauk.
Selain pelajar PAUD, TK dan SD yang menjadi korban keracunan setelah mengonsumsi MBG diketahui terdapat pelajar SMP 05 Lebong (Talang Liak) serta SMP 16 Lebong (Ujung Tanjung).
240 Siswa Keracunan Diizinkan Pulang dari Rumah Sakit
Gubernur Bengkulu Helmi Hasan menyebutkan sebanyak 240 siswa pada Kamis 28 Agustus 2025 yang sempat mendapatkan perawatan karena keracunan hidangan Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Lebong sudah diperbolehkan pulang dari rumah sakit.
"Informasi terbaru 240 orang pasien sudah pulang dan tidak ada keluhan lagi," kata Gubernur Bengkulu Helmi Hasan di Bengkulu, Kamis (28/8).
Dia mengatakan data yang dikumpulkan hingga Kamis terdapat total ada 446 orang siswa yang mendapatkan perawatan usai keracunan hidangan MBG pada Rabu 27 Agustus 2025.
"Rekap sementara sampai dengan 28 Agustus 2025 pukul 12:30 WIB total 446 siswa (yang mengalami keracunan) terdiri atas siswa SD, SMP, MTS di Kabupaten Lebong, Provinsi Bengkulu," kata dia.
Pemerintah Provinsi Bengkulu telah melakukan penanganan cepat bersama forkopimda untuk mempercepat pemulihan para siswa. Gubernur Helmi telah meminta rumah sakit dan tenaga medis agar bisa memberikan pelayanan secara maksimal bagi siswa.
Dia mengatakan Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menyiagakan ambulans gratis yang telah didistribusikan ke desa-desa pada HUT ke-80 Republik Indonesia beberapa waktu lalu, sebagai upaya mendukung tindakan rujukan jika diperlukan.
Kemudian, Pemerintah Provinsi Bengkulu juga menyalurkan obat-obatan tambahan untuk memastikan kecukupan obat merawat pasien RSUD Lebong dan juga siswa-siswi yang mengalami keracunan makanan MBG.
Kemudian, pemerintah daerah juga meminta Baznas menyediakan makanan bergizi selama empat hari ke depan sebagai dukungan pemulihan para siswa.
Pemerintah daerah juga memastikan kecukupan kasur untuk merawat 446 siswa di RSUD Lebong. Penambahan kasur perawatan dilakukan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Kemudian sebagai langkah preventif, Pemerintah Provinsi Bengkulu menutup sementara dapur penyedia makanan program MBG tersebut dan meminta pihak berwenang melakukan penyelidikan.