1.277 Rumah Terdampak, BPBD OKU Siaga Hadapi Banjir Susulan
Banjir yang melanda Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) merendam 1.277 rumah warga dan berdampak pada ribuan jiwa, BPBD OKU terus bersiaga menghadapi potensi banjir susulan.
Banjir melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), Sumatera Selatan, pada Jumat (17/4) malam. Peristiwa ini terjadi akibat curah hujan tinggi yang menyebabkan Sungai Ogan meluap, merendam ribuan rumah warga. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten OKU telah mendata dampak bencana ini secara menyeluruh.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.277 rumah warga terdampak banjir dengan total korban mencapai 5.295 jiwa. Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini. Meskipun demikian, kerugian material cukup signifikan dirasakan masyarakat di berbagai desa dan kelurahan.
BPBD OKU terus mengintensifkan pemantauan debit Sungai Ogan serta menyiagakan personel di lokasi terdampak. Langkah ini diambil untuk memberikan peringatan dini kepada masyarakat dan membantu mobilitas warga. Kesiapsiagaan ini penting guna mengantisipasi potensi banjir susulan yang mungkin terjadi.
Dampak Meluas Banjir di Berbagai Wilayah OKU
Banjir di Kabupaten OKU merendam sejumlah desa dan kelurahan dengan ketinggian air bervariasi antara 30 sentimeter hingga 1 meter. Wilayah terdampak meliputi Desa Terusan, Tanjung Baru, Tanjung Kemala, Lubuk Batang Lama, Gunung Meraksa, Kepayang, Belimbing, Lubuk Kemiling, Kedaton, Kampai, Suka Pindah, dan Bunglai. Selain itu, Kelurahan Pasar Baru, Baturaja Lama, Kemalaraja, serta Tanjung Agung juga tidak luput dari genangan air.
Meskipun sebagian besar genangan banjir di wilayah terdampak sudah berangsur surut dan aktivitas masyarakat kembali normal pada Sabtu sore, beberapa desa masih mengalami kondisi parah. Desa Bunglai, Kedaton, Kampai, Lubuk Kemiling, dan Suka Pindah di Kecamatan Kedaton Peninjauan Raya menjadi wilayah yang paling terdampak. Di desa-desa ini, jumlah rumah warga yang terendam mencapai 579 unit.
Data terbaru juga menunjukkan bahwa cakupan banjir terus meluas hingga merendam 16 desa di lima kecamatan berbeda. Hal ini mengindikasikan bahwa intensitas dan luasan bencana meningkat dibandingkan hari-hari sebelumnya. BPBD OKU terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan kondisi warga dan dampak yang ditimbulkan.
Upaya Penanganan dan Imbauan BPBD OKU
Dalam menghadapi situasi banjir ini, BPBD OKU telah menerjunkan personel untuk siaga di lokasi guna membantu warga beraktivitas. Satu unit perahu karet juga disiagakan untuk memfasilitasi mobilitas warga yang terisolasi genangan air. Personel BPBD masih berada di lapangan untuk memastikan masyarakat tetap dapat beraktivitas di tengah kondisi banjir.
Kepala BPBD OKU, Januar Efendi, kembali mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan. Imbauan ini penting mengingat potensi banjir susulan yang bisa terjadi kapan saja. Kesiapsiagaan warga diharapkan dapat meminimalisir risiko dan mencegah timbulnya korban jiwa.
Selain itu, BPBD OKU juga secara intensif memantau debit air Sungai Ogan. Pemantauan ini bertujuan untuk segera meneruskan peringatan dini kepada masyarakat jika terjadi peningkatan debit air. Langkah proaktif ini diharapkan dapat membantu warga mengambil tindakan pencegahan yang diperlukan.
Sumber: AntaraNews