Yerusalem Timur Mencekam, 182 Pemukim Israel Serbu Masjid Al Aqsa
Masjid Al Aqsa terletak di Yerusalem Timur, yang telah diduduki oleh Israel sejak terjadinya Perang Arab-Israel pada tahun 1967.
Ketegangan kembali terjadi di Yerusalem Timur. Pangkal masalahnya, sebanyak 182 pemukim ilegal Israel menyerbu Komplek Masjid Al Aqsa, Selasa (9/12).
Insiden ini kembali menimbulkan kekhawatiran mengenai meningkatnya ketegangan di salah satu lokasi paling sensitif di kawasan tersebut, seperti yang dilaporkan oleh Moscow Times pada Rabu (10/12).
Dalam pernyataan resmi yang dikeluarkan, Pemerintah Provinsi Yerusalem menyatakan bahwa para pemukim masuk ke area Al Aqsa dalam dua gelombang, yaitu pada pagi dan sore hari, dengan pengawalan ketat dari polisi Israel.
Mereka dilaporkan melakukan ritual Talmud di dekat Kubah Batu, yang merupakan bagian penting dari kompleks masjid. Selain itu, otoritas Palestina mencatat bahwa 778 turis asing juga memasuki kawasan masjid melalui gerbang yang dikelola oleh otoritas Israel.
Menurut data resmi, selama bulan November, tercatat sebanyak 4.266 pemukim ilegal dan sekitar 15.000 turis asing telah mengakses kompleks Al Aqsa.
Masjid Al Aqsa merupakan situs paling suci ketiga bagi umat Muslim, sedangkan kelompok Yahudi merujuk area tersebut sebagai Temple Mount atau Bukit Bait Suci, yang mereka yakini sebagai lokasi dua kuil kuno. Al Aqsa terletak di wilayah Yerusalem Timur, yang telah diduduki Israel sejak Perang Arab-Israel pada tahun 1967.
Pada tahun 1980, Israel mencaplok seluruh kota tersebut, namun langkah ini tidak diakui oleh komunitas internasional. Serbuan para pemukim ke Al Aqsa menjadi salah satu pemicu ketegangan yang terus berulang setiap tahunnya, di mana Palestina menilai tindakan tersebut sebagai pelanggaran terhadap status quo serta provokasi bagi umat Muslim.