LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. DUNIA

Usai habisi bandar narkoba, Duterte incar pengemplang pajak Filipina

Presiden Filipina berjanji rumah pengusaha enggan bayar pajak segera disantroni polisi

2016-08-09 16:31:11
Rodrigo Duterte
Advertisement

Presiden Filipina, Rodrigo Duterte, seakan tak habis-habisnya melakukan gebrakan politik. Setelah pekan lalu memaksa belasan pejabat menyerahkan diri atas tuduhan mendukung peredaran narkoba, kini giliran pengemplang pajak yang akan dihabisi.

Duterte menyatakan pengusaha kakap serta pejabat yang tidak membayar pajak akan didatangi polisi. Dia mengancam para pengemplang pajak bakal langsung dicekal ke luar negeri, seperti dilansir Inquirer, Selasa (9/8).

"Jika anda melanggar hukum karena tidak membayar pajak, sementara anda kaya, ingatlah bahwa anda tidak akan bisa bepergian ke manapun lagi," kata Duterte dalam jumpa pers di Manila, kemarin malam.

Advertisement

Presiden 71 tahun itu menilai pengemplang pajak sepatutnya dijebloskan langsung ke penjara, seperti pelanggar hukum lainnya. Duterte tidak tertarik menjalankan program amnesti pajak seperti dilakukan Indonesia dan banyak negara lainnya. Bagi Mantan Wali Kota Davao ini, cuma pengusaha yang sudah membayar pajak boleh hidup tenang.

"Polisi akan mendatangi rumah-rumah mereka yang tidak membayar pajak. Mereka harus diinterogasi, kenapa tidak mau membayar," kata Duterte.

Sebelumnya diberitakan, kebijakan Presiden Duterte mengumumkan nama 150 pejabat mendukung peredaran narkoba membawa hasil dramatis. Sejak tiga hari terakhir, ada 18 wali kota dan 31 pejabat kepolisian yang menyerahkan diri ke aparat hukum akibat adanya ancaman tembak di tempat jika mereka kabur.

Advertisement

Sejak Duterte dilantik pada 30 Juni lalu, dilaporkan 402 orang - pengedar serta pecandu - tewas karena ditembak mati pasukan khusus kepolisian. Angka Human Rights Watch menyatakan lebih dari 700 orang yang terbunuh akibat program Duterte memerangi narkoba. Dalam kurun yang sama, ratusan orang menyerahkan diri ke polisi untuk mengikuti rehabilitasi kecanduan narkoba.

Baca juga:
50 Pejabat Filipina diduga terlibat narkoba menyerahkan diri
Presiden Filipina: Saya tak peduli dengan HAM!
Jokowi harus tiru Presiden Filipina bongkar pejabat beking narkoba
Presiden Filipina umumkan nama pejabat dan polisi terlibat narkoba
Wapres JK desak Presiden Duterte bebaskan WNI disandera Abu Sayyaf
Duterte ajak dialog MILF, singgung pembebasan WNI korban Abu Sayyaf
Duterte kerahkan polisi Filipina bunuh wali kota terlibat narkoba
Presiden Filipina buktikan gaya kepemimpinan tidak 'gila' hormat
Gaya brutal presiden Filipina habisi pengedar narkoba

(mdk/ard)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.