Wapres JK desak Presiden Duterte bebaskan WNI disandera Abu Sayyaf
Merdeka.com - Wakil Presiden Jusuf Kalla menyerahkan sepenuhnya proses pembebasan Anak Buah Kapal (ABK) Warga Negara Indonesia (WNI) yang disandera kelompok bersenjata pada pemerintah Filipina. Presiden Filipina Rodrigo Duterte yang baru terpilih diyakini bisa menyelesaikan pembebasan sandera oleh kelompok Abu Sayyaf di Filipina.
"Kita tahu Presiden Filipina yang baru, Duterte itu tegas jadi ini tentunya, seperti itulah kebijakan pemerintah. Jadi kita minta pemerintah Filipina untuk melepaskan sandera itu (WNI)," kata Jusuf Kalla di Kantornya, Jakarta, Jumat (5/8).
Tidak menutup kemungkinan pihak perusahaan bernegosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan sandera. Cara seperti ini membuat kelompok bersenjata menjadikan WNI santapan empuk untuk pemerasan.
Menteri Pertahanan Filipina, Malaysia dan Indonesia terus berkomunikasi dan membentuk perjanjian trilateral.
"Kita kan belajar dua yang sebelumnya, ya tentu para pengusaha itu di samping pemerintah berbicara dengan pemerintah Malaysia, mungkin saja pengusaha bernegosiasi juga. Akibat dari pada itu maka berulang terus. Oleh karena itu, kali ini pemerintah tegas, agar ini kita serahkan ke pemerintah Filipina, agar pemerintah Filipina menyelesaikan," kata dia.
Di tempat terpisah, Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebutkan Presiden Filipina Rodrigo Duterte akan menemui pimpinan Front Pembebasan Nasional Moro (MNLF) Nur Misuari di Sulu, Filipina Selatan. Namun pertemuan tersebut belum diketahui waktunya.
"Saya mendapat informasi, dalam waktu beberapa hari ini Presiden Duterte akan ke Sulu, ke tempat kampnya Nur Misuari. Berarti Pemerintah Filipina benar-benar akan berusaha membebaskan sandera," ujar Gatot di Kemenko Polhukam.
Misuari akan bernegosiasi dengan kelompok Abu Sayyaf untuk membebaskan 10 WNI yang disandera. Apalagi, Misuari mempunyai jumlah pasukan MILF cukup banyak di Sulu, Filipina.
"Dia (Misuari) punya pasukan juga, punya pengaruh juga. Lobi tersebut merupakan bagian dari operasi intelijen," kata Gatot.
(mdk/noe)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya