Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Gaya brutal presiden Filipina habisi pengedar narkoba

Gaya brutal presiden Filipina habisi pengedar narkoba pengedar narkoba ditembak mati di filipina. ©Daily mail

Merdeka.com - Hari-hari ini adalah hari kelabu bagi para pengedar narkoba di Filipina. Rodrigo Duterte, presiden yang baru terpilih, sudah berjanji mengadakan perang melawan para pengedar, bandar, dan pemakai narkoba. Janji itu kini dibuktikannya dengan tindakan nyata.

Sejak terpilih menjadi presiden bulan lalu, saat ini sudah lebih 110 tersangka pengedar narkoba meregang nyawa oleh aparat kepolisian, seperti dikutip koran the Daily Mail, Selasa (12/7). Data mencatat sejak perintah Presiden Duterte diterapkan angka kematian para pengedar naik hingga 200 persen. Dalam enam bulan pertama dia menjamin perdagangan narkoba bisa dienyahkan. Media lokal menyebutkan, baru empat hari saja sejak Duterte jadi presiden sudah 12 tersangka bandar narkoba tewas diterjang timah panas aparat.

pengedar narkoba ditembak mati di filipina

pengedar narkoba ditembak mati di filipina ©Daily mail

Bukan itu saja, presiden yang resmi menjabat pada 30 Juni itu juga mengajak warga sipil untuk membunuh para pengedar obat-obat terlarang dan menjanjikan memberi imbalan sejumlah uang.

"Kalau mereka ada di sekitar kalian, silakan hubungi kami, polisi atau lakukan sendiri kalau kalian punya senjata. Saya dukung kalian," kata dia di depan kerumunan massa bulan lalu, seperti dilansir koran the Straits Times.

"Kalau dia melawan sampai mati dan kalian bisa membunuhnya maka saya akan beri (mdk/pan)

Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP