PBB: Jika Bantuan Tak Segera Masuk ke Gaza, 14.000 Bayi Bisa Meninggal Hanya dalam 48 Jam
Israel memblokade masuknya bantuan kemanusiaan ke Gaza sejak awal Maret.
PBB memperingatkan, jika bantuan kemanusiaan tidak segera masuk ke Jalur Gaza, maka 14.000 bayi Palestina di wilayah tersebut bisa meninggal hanya dalam 48 jam. Hal ini disampaikan kepala urusan kemanusiaan PBB, Tom Fletcher.
Dalam wawancaranya dengan BBC, Fletcher menyebut angka tersebut sebagai "sangat mengerikan".
"Kita perlu membanjiri Jalur Gaza dengan bantuan kemanusiaan. Saya ingin menyelamatkan sebanyak mungkin dari 14.000 bayi ini dalam 48 jam ke depan," jelasnya, dikutip dari The Cradle, Rabu (21/5).
Iseael memblokade masuknya bantuan kemanusiaan sejak 2 Maret, membuat warga Gaza kelaparan dan banyak anak-anak mengalami malnutrisi akut. Namun pada 19 Mei, lima truk bantuan PBB diperbolehkan masuk ke wilayah tersebut.
Namun menurut Fletcher, bantuan yang diizinkan masuk saat ini bagaikana "setetes air di samudera", artinya jauh dari kebutuhan masyarakat Gaza, seperti dikutip dari TRT World, Rabu (21/5).
Karena desakan internasional, penjajah Israel akhirnya menyetujui 100 truk bantuan kemanusiaan masuk ke Gaza pada Selasa (20/5), seperti dilaporkan The Cradle. Namun, jumlah yang telah disetujui masih jauh dari jumlah yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan sekitar 2 juta orang yang hidup dalam kelaparan di wilayah tersebut.
Organisasi bantuan International Rescue Committee mengatakan bantuan yang masuk ke Gaza "hanya menyentuh permukaan."
Para pakar kemanusiaan internasional telah memperingatkan ancaman kelaparan di Gaza.