Juru Bicara Hamas Bantah Klaim Israel Telah Membunuhnya di Rumah Sakit Gaza
Serangan Israel di Rumah Sakit Eropa menewaskan sedikitnya 28 orang dan melukai 70 lainnya.
Juru bicara Brigade Al-Qassam Hamas, Abu Obeida, secara tidak langsung membantah rumor Israel tentang pembunuhannya setelah serangan udara mematikan Israel di Rumah Sakit Eropa Gaza.
Abu Obeida mengunggah pesan di media sosial tak lama setelah rumor Israel mengklaim bahwa dirinya telah dibunuh dalam pengeboman Israel pada Selasa (13/5) malam di Rumah sakit Eropa, Khan Younis, Gaza Selatan.
Dengan serangkaian serangan udara intensif, militer zionis menyerang rumah sakit dan sekitarnya. Serangan tersebut menyebabkan kerusakan besar dan mengakibatkan banyak korban jiwa dan cedera.
Penembakan di Tepi Barat
Dilansir Al Mayadeen, Kamis (15/5), setidaknya 28 orang tewas dan 70 lainnya terluka akibat pembantaian brutal tersebut.
Beberapa laporan Israel mengklaim Abu Obeida terbunuh dalam serangan besar-besaran itu. Namun, juru bicara Brigade al-Qassam tersebut secara otomatis membantah tuduhan melalui unggahannya. Dalam unggahan tersebut, ia mengomentari operasi penembakan di Tepi Barat yang menewaskan seorang pemukim Israel dan melukai dua orang lainnya di dekat pemukiman Bruchin, di Salfit, dekat Nablus.
Dalam pesannya, Abu Obeida menyerukan kepada rakyat Palestina untuk bangkit melawan penjajahan demi membela Masjidil Al-Aqsa, sebagai balasan dari agresi Israel di Tepi barat, serta sebagai bentuk solidaritas dengan rakyat Gaza.
Setelah pesan tersebut, Radio Angkatan Darat Israel langsung mengutip sumber keamanan yang menunjukkan Abu Obeida tidak berada di fasilitas medis yang menjadi sasaran militer Israel di Khan Younis.
Reporter Magang: Devina Faliza Rey