Iran Beri Lampu Hijau Buka Selat Hormuz untuk Negara Sahabat
Iran mengizinkan kapal negara sahabat melintas Selat Hormuz, namun membatasi kapal musuh di tengah eskalasi konflik dan dampaknya pada pasokan energi global.
Pemerintah Iran menyatakan hanya mengizinkan kapal dari negara tertentu untuk melintas di Selat Hormuz di tengah meningkatnya ketegangan kawasan.
Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, mengatakan sejumlah negara sahabat telah diberikan akses untuk menggunakan jalur strategis tersebut.
"Kami telah mengizinkan kapal-kapal dari China, Rusia, India, Pakistan, dan Irak, serta negara-negara lain yang kami anggap sahabat, untuk melewati Selat Hormuz," kata Araghchi dikutip Antara, Kamis (26/3/2026).
Akses Dibatasi untuk Negara Musuh
Dalam pernyataannya, Araghchi menegaskan bahwa Iran tidak membuka jalur tersebut untuk semua pihak.
Ia menyebut tidak ada alasan bagi Teheran untuk memberikan izin kepada kapal yang berasal dari negara yang dianggap sebagai lawan.
Pernyataan ini muncul di tengah meningkatnya konflik di kawasan Timur Tengah, setelah serangan militer yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel terhadap target di Iran pada akhir Februari lalu.
Pembatasan akses yang terjadi memicu gangguan terhadap ekspor energi serta produksi minyak di wilayah tersebut.
Kondisi ini turut berkontribusi terhadap kenaikan harga bahan bakar di sejumlah negara, seiring terganggunya rantai pasok energi global.