Warga memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional saat membangunkan sahur di kawasan pelabuhan Old Doha, Qatar (07/03/2025) waktu setempat (AFP/ Karim Jaafar)
Advertisement
Tradisi membangunkan warga untuk makan sahur sudan menjadi budaya di beberapa daerah di Indonesia. Beragam sebutan bahasa daerah membangunkan sahur dapat ditemui: seperti warga Jawa Timur menyebutnya tetekan, warga Semarang menyebutnya dekdukan, orang Sunda menyebutnya sasauran, Gorontalo menyebutnya tumbilotohe dan orang Betawi alias Jakarta menyebutnya ngarak beduk atau bedug saur.
Advertisement
Tradisi membangunkan sahur sebenarnya berasal dari Timur Tengah. Dalam laman Kementerian Agama di Kuwait dan Mesir, Tadisi membangunkan sahur di bulan puasa dikatakan mulai semarak di era Dinasti Abbasiyah. Selain seruan muazin, ada juga tradisi menggunakan dentum meriam seperti yang terjadi pada masa Kekhalifahan Mamluk pada 865 Hijriah.
Warga memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional saat membangunkan sahur di kawasan pelabuhan Old Doha, Qatar (07/03/2025) waktu setempat AFP/ Karim Jaafar
Warga memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional saat membangunkan sahur di kawasan pelabuhan Old Doha, Qatar (07/03/2025) waktu setempat AFP/ Karim Jaafar
Warga memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional saat membangunkan sahur di kawasan pelabuhan Old Doha, Qatar (07/03/2025) waktu setempat AFP/ Karim Jaafar
Warga memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional saat membangunkan sahur di kawasan pelabuhan Old Doha, Qatar (07/03/2025) waktu setempat AFP/ Karim Jaafar
Warga memainkan drum dan menyanyikan lagu-lagu tradisional saat membangunkan sahur di kawasan pelabuhan Old Doha, Qatar (07/03/2025) waktu setempat AFP/ Karim Jaafar
Artikel ini dihasilkan oleh AI berdasarkan data yang ada. Gunakan sebagai referensi awal dan selalu pastikan untuk memverifikasi informasi lebih lanjut sebelum mengambil keputusan.
Sebuah acara yang diselenggarakan setiap bulan suci Ramadan di Jambi ini perpaduan antara tradisi dan budaya yang menjadi simbol keharmonisan antar sesama.