FOTO: Gelombang Panas Ekstrem Melanda Prancis
Suhu hingga 43 derajat Celsius memicu gangguan luas di berbagai wilayah Prancis.
Gelombang panas ekstrem melanda Prancis dan mendorong suhu udara mencapai level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi tersebut mengganggu aktivitas masyarakat, memaksa ratusan sekolah ditutup, mengurangi layanan transportasi, hingga mendorong pembukaan pusat bantuan darurat bagi warga yang terdampak.
Pada Senin (22/6/2026), suhu di sejumlah wilayah Prancis menembus angka 40 derajat Celsius. Di Rennes, Prancis barat, papan penunjuk suhu di sebuah toko obat menunjukkan 43 derajat Celsius. Sementara di Bordeaux, suhu mencapai 42 derajat Celsius dan diperkirakan terus meningkat dalam beberapa hari ke depan.
Pemerintah Prancis menetapkan peringatan panas merah, level tertinggi dalam sistem peringatan cuaca nasional. Sebanyak 54 dari 96 departemen di wilayah daratan berada dalam status siaga tertinggi, sementara puluhan wilayah lainnya berstatus peringatan oranye.
Dampak cuaca ekstrem tersebut terasa di berbagai sektor. Sebanyak 845 sekolah ditutup sementara dan sekitar 1.800 sekolah lainnya memperbolehkan siswa pulang lebih awal. Meski demikian, lebih dari satu juta pelajar tetap menjalani ujian akhir baccalaureate di tengah suhu yang menyengat.
Di Paris, sejumlah layanan kereta api dikurangi untuk mengantisipasi dampak cuaca panas terhadap operasional transportasi. Operator kereta nasional juga mengimbau kelompok rentan untuk menunda perjalanan selama periode gelombang panas berlangsung.
Kota Bordeaux membuka pusat bantuan darurat bagi warga yang membutuhkan tempat berlindung dari suhu tinggi. Fasilitas tersebut menjadi salah satu langkah yang ditempuh pemerintah daerah untuk mengurangi risiko kesehatan akibat cuaca ekstrem, terutama bagi lansia dan kelompok rentan lainnya.
Gelombang panas ini juga diwarnai kabar duka dari Carpentras, Prancis selatan. Dua anak berusia dua dan empat tahun ditemukan meninggal dunia di dalam mobil keluarga mereka. Peristiwa tersebut terjadi di tengah suhu tinggi yang menyelimuti kawasan tersebut.
Menurut prakiraan cuaca, suhu di berbagai wilayah Eropa diperkirakan mencapai puncaknya pada pertengahan pekan. Paris bahkan diprediksi mengalami suhu hingga 41 derajat Celsius. Fenomena ini dipicu oleh aliran udara panas dari Gurun Sahara yang bergerak ke Eropa Barat dan terperangkap di atmosfer. Kondisi tersebut menyebabkan suhu terus meningkat dan berpotensi menjadikan gelombang panas kali ini sebagai salah satu yang terpanjang dalam beberapa tahun terakhir.