'Di Idulfitri Ini, Kami Mengakhiri Puasa Kami Bukan dengan Hari Raya, Tapi dengan Kenestapaan'
Seorang anak di Gaza menyampaikan pesannya kepada pemimpin AS dan menyindir kemunafikan mereka.
Warga Palestina di Gaza merayakan Idulfitri di bawah ancaman bom Israel. Ketika salat Id berlangsung pada Minggu (30/3), helikopter penjajah Israel terbang di atas langit Gaza, seperti dilaporkan Quds News Network.
Seorang anak laki-laki asal Gaza, Abdullah al-Yazouri menyampaikan pesan menohok kepada para pemimpin Amerika Serikat, yang selama ini merupakan pendukung utama Israel dalam perang genosida di Gaza, bagaimana mereka hidup di bawah kekejaman dan kebrutalan Israel.
Yazouri mengatakan, anak-anak Gaza bukan ancaman dan bukan angka-angka.
"Kami anak-anak Gaza. Kami bukan ancaman. Kami bukan statistik. Sepanjang kami bermimpi, Palestina tetap hidup," kata Yazouri, seperti dikutip dari Middle East Eye.
Dia juga mengungkapkan bagaimana warga Gaza merayakan Idulfitri di tengah kebrutalan Israel.
"Kepada para pemimpin Amerika Serikat. Pada Idulfitri ini, kami mengakhiri puasa kami tanpa hari raya, tapi dengan kenestapaan," ujarnya dalam video yang dibagikan Middle East Eye.
"Rumah-rumah kami tinggal puing-puing, keluarga kami tercerai berai, tapi kami masih berkumpul, kami masih berharap."
Anak-anak Gaza, lanjutnya, anak-anak yang bermimpi tetap bisa bersekolah, tanpa bom yang sewaktu-waktu menyerang sekolah mereka, dan juga anak-anak yang bermimpi bisa tertidur lelap tanpa ketakutan.
Yazouri mengkritik kemunafikan AS yang selalu berkoar-koar soal perdamaian, tapi bantuan senjata tetap mengalir ke Israel.
"Kalian membicarakan hak asasi, tapi tetap mengabaikan penderitaan kami," ujarnya.
"Pada malam yang suci ini, kami tidak meminta hadiah, tapi meminta keadilan," lanjutnya.
"Ketika kalian merayakan dalam kenyamanan, tolong ingat kami bahwa dengan pengepungan ini, kami masih punya mimpi. Dan sepanjang mimpi ini hidup, Palestina tetap hidup."