‘Bagian Tubuh Mereka Tercabik-Cabik, Sebagian Masih Memakai Baju Lebaran'
Serangan udara Israel menghantam daerah Rafah, Khan Younis, dan Kota Gaza pada dini hari.
Jet tempur Israel menghabisi tempat pengungsian di seluruh Jalur Gaza pada Kamis (3/4) dini hari, menewaskan sedikitnya 42 warga Palestina dalam beberapa jam.
Pengungsi di daerah al-Mawasi di sebelah barat Khan Younis, termasuk di antara mereka menjadi sasaran serangan jet tempur Israel.
Seorang saksi di tempat kejadian, Bilal Mustafa Ahmad Al-Aqad, mengatakan serangan itu dimulai sekitar pukul satu dini hari. Dimulai dengan serangan terhadap sebuah bangunan yang dikelilingi oleh tenda-tenda pengungsian.
Dilansir Middle East Eye, Jumat (4/4), Al-Aqad mengatakan ada tujuh orang yang tewas dalam satu serangan, termasuk empat anak-anak dan seorang wanita, sementara dua lainnya terluka.
“Itu hanya bagian tubuh yang tercabik-cabik,” katanya, menggambarkan bagaimana tubuh beberapa korban dibiarkan seperti “potongan daging.”
Saksi lain, Sheikh Jihad Shorab, berteriak karena mengetahui sebagian besar dari mereka yang tewas adalah perempuan dan anak-anak.
“Beberapa dari mereka bahkan mengenakan pakaian Idul Fitri. Apa dosa anak-anak ini?” ungkapnya.
“Wanita dan anak-anak itu sedang tidur dengan tenang, apa salah mereka?”
Shorab mencatat empat keluarga dalam rumah tangganya telah dihapus dari daftar di Gaza.
“Meskipun kami telah menjadi syuhada dan mengalami kehancuran, hidup kami akan berubah, atas kehendak Tuhan,” tambah Shorab.
Ia juga mengungkap serangan besar-besaran tersebut terjadi tanpa peringatan sebelumnya, dan menyerang mereka saat sedang tertidur. Ia mempertanyakan kurangnya intervensi yang sedang berlangsung oleh negara-negara Arab untuk menghentikan perang Israel di Gaza.
“Apa dosa anak-anak ini, wahai orang Arab?” jelasnya.
Sejak dimulainya kembali serangan mematikan di Gaza bulan lalu, pasukan Israel telah melancarkan serangan pengeboman yang semakin brutal. Menewaskan lebih dari 1.163 warga dalam kurun waktu sekitar dua minggu. Terhitung lebih dari 50.523 warga Palestina tewas dalam perang tersebut sejak Oktober 2023.
Tentara Israel juga telah mengeluarkan beberapa perintah pengusiran untuk puluhan ribu warga Palestina.
Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) pada 25 Maret mengatakan perintah pemindahan paksa Israel mencakup 15 persen dari Jalur Gaza diperkirakan setara dengan ukuran Manhattan di Kota New York, Amerika Serikat.
Sebelumnya PBB mengatakan sedikitnya 142.000 warga Palestina telah mengungsi sejak Israel melanjutkan serangannya di Gaza.
“Keluarga-keluarga dipaksa pindah lagi. Sumber daya hampir habis, dan tidak ada tempat yang aman,” kata PBB saat itu.
Reporter magang: Devina Faliza Rey