Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Satukan Potensi Ekonomi Melalui Kurban

Ustaz Yusuf Mansyur menjadi khatib usai Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dalam ceramahnya, dia menyebut pelaksanaan kurban dapat menyatukan potensi ekonomi. Terlebih lagi dengan adanya digitalisasi, maka potensi ekonomi lewat kurban akan meningkat.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Yusuf Mansur Ajak Masyarakat Satukan Potensi Ekonomi Melalui Kurban
Yusuf Mansur. ©Liputan6.com/nafiez rambu rabbani

Ustaz Yusuf Mansyur menjadi khatib usai Salat Idul Adha di Masjid Istiqlal, Jakarta Pusat. Dalam ceramahnya, dia menyebut pelaksanaan kurban dapat menyatukan potensi ekonomi. Terlebih lagi dengan adanya digitalisasi, maka potensi ekonomi lewat kurban akan meningkat.

"Dari pelaporan resmi saja bisa tembus angka Rp 10 triliun. Dengan umat melaksanakan kurban, itu berarti melaksanakan eksplorasi dan mobilisasi kurban. Di sinilah kesempatan, tantangan dan peluangnya," kata Yusuf, Minggu (11/8).

"Sebutlah digitalisasi kurban, kemudian A sampai Z didigitalisasi, dimarketplacekan die-commerkan, difintechkan, maka kurban ini akan dinikmati oleh orang-orang yang menyatukan," ucapnya.

Selain itu, dia juga menginginkan agar masyarakat dapat merenungi yang telah diperintahkan Allah SWT. "Sampai hari ini, umat relatif sudah eksplorasi dan mobilisasi dengan menjalankannya. Tapi yang belum adalah menyatukan pada level nasional dan global," jelasnya.

Sementara itu, Kepala Protokol Masjid Istiqlal Abu Huraihah menyatakan, pihaknya telah menerima sebanyak 23 ekor sapi dan 20 ekor kambing dalam perayaan Idul Adha 2019. Sejumlah hewan kurban tersebut terdapat titipan dari pejabat tinggi negara, seperti halnya Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

Kemudian dari beberapa menteri seperti Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti, lalu Kapolri Jenderal Tito Karnavian, Ketua Umum Partai PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri hingga Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Selain itu, ada pula anak sulung Presiden Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana atau Tutut Soeharto. Kemudian perwakilan dari Gereja Katedral juga menyerahkan hewan kurban serta sejumlah masyarakat.

Reporter: Ika Defianti

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi