PT Pertamina (Persero) berencana untuk melakukan uji coba distribusi elpiji bersubsidi 3 kilogram (kg) secara tertutup agar pemberian subsidi bisa tepat sasaran. Namun, uji coba ini terus molor sejak direncanakan pada Juni 2015 di tiga wilayah yakni Bali, Bangka, dan Batam.
Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) IGN Wiratmaja Puja mengatakan Pertamina akan memberlakukan uji coba distribusi tersebut mulai dilakukan di Kota Tarakan, Kalimantan Utara usai Lebaran.
"Kita mulai (uji coba) di Tarakan dulu. Di Tarakan akan dimulai insya Allah bulan ini atau awal bulan depan," kata Wirat di kantor Pertamina, Jakarta, Selasa (12/7).
Setelah Tarakan, lanjut dia, uji coba akan dilakukan di kota Bangka dan salah satu kota di Jawa Tengah. Namun, hal tersebut akan dilakukan setelah uji coba distribusi tertutup di Tarakan sudah berjalan selama tiga bulan.
"Kita lihat dulu tiga bulan di Tarakan. Baru kita mulai di tempat lain. Setelah Tarakan, rencananya di Bangka, lagi dibahas juga salah satu kota di Jawa Tengah," tegasnya.
Nantinya, masyarakat bisa membeli elpiji 3 kg tersebut dengan menggunakan uang elektronik yang disambungkan dengan kartu khusus atau smartphone. Sehingga, dalam satu bulan, satu keluarga bisa mendapatkan tiga buah elpiji 3 kg.
"Skemanya kalau yang di Tarakan itu kerja sama dengan bank. Seperti uang elektronik, bisa pakai HP atau uang elektronik. Nanti setiap pangkalan akan ada mesin taping atau top up-nya. Kalau masyarakat bawa uang cash, nanti di top up disana," pungkasnya.