Upaya KLHK Capai Bauran Energi Baru Terbarukan 50 Persen di 2050

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengusulkan, target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 50 persen pada 2050. Usulan itu disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, yang menargetkan bauran EBT 31 persen pada 2050 mendatang.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Upaya KLHK Capai Bauran Energi Baru Terbarukan 50 Persen di 2050
KLHK Raker dengan Komite II DPD. ©2020 Liputan6.com/JohanTallo

Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar mengusulkan, target bauran energi baru terbarukan (EBT) sebesar 50 persen pada 2050. Usulan itu disampaikan kepada Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Arifin Tasrif, yang menargetkan bauran EBT 31 persen pada 2050 mendatang.

"Menuju 2050, EBT pada bauran energi kita pak Menteri ESDM kalau boleh bisa dapat angka di 50 persen," kata Menteri Siti Nurbaya dalam sesi webinar, Kamis (28/1).

Dia mengatakan, ambisi tersebut memang tak mudah, terlebih pengurangan konsumsi sumber daya fosil seperti batu bara saat ini jadi tantangan besar. Namun, jika usulan itu bisa diterapkan, maka Indonesia bisa lebih dekat mencapai kesepakatan nol emisi (zero emission) 2050 seperti yang tertera dalam Paris Agreement 2015.

"Kalau boleh kita ambisikan lagi, sebab kalau misalnya kita 2050 targetnya net zero emission bisa 50 persen, kemudian mungkin 2070 baru bisa untuk net zero emission," ujar dia.

Upaya KLHK

KLHK sendiri disebutnya telah mendorong usulan target tersebut dengan beberapa program, seperti pengembangan hutan tanaman energi. "Jadi dari pelepasan kawasan hutan misalnya, 78 persen tuh kira-kira untuk sawit. Di sisi lain ada izin pinjam pakai kawasan hutan, kira-kira 53 persen lah yang untuk batu bara, untuk energi," sambungnya.

Di sisi lain, terdapat 11 juta ha Hutan Tanaman Industri (HTI) yang bisa dipakai sekitar 400.000 ha pada 2021-2024. Kemudian KLHK juga telah menelurkan Peraturan Menteri Nomor 62 Tahun 2019 dengan konsep multiusaha.

"Jadi misalnya pemegang HTI sekarang dia kesulitan untuk ertimber dia bisa pakai multiusaha, bisa ekowisata, hutan energi dan sebagainya. Pak Presiden (Jokowi) saya kira berkali-kali menekankan soal hutan energi dan bioenergi, fasilitasi regulasi dan dukungan fasilitasi perizinannya itu kami dorong dan kami bantu," tuturnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi