The Fed Pertahankan Suku Bunga, Sri Mulyani Sebut Tekanan Global Mulai Berkurang

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai tekanan global berkurang dengan langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) yang mempertahankan suku bunga acuannya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun lalu, di mana The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali.

Redaksi Merdeka
Oleh Redaksi Merdeka - Reporter
The Fed Pertahankan Suku Bunga, Sri Mulyani Sebut Tekanan Global Mulai Berkurang
Sri Mulyani. ©2019 Merdeka.com

Menteri Keuangan Sri Mulyani menilai tekanan global berkurang dengan langkah bank sentral Amerika Serikat (AS) yang mempertahankan suku bunga acuannya. Hal ini berbanding terbalik dengan kondisi tahun lalu, di mana The Fed menaikkan suku bunga acuan sebanyak empat kali.

"Berarti tekanan seperti yang terjadi pada 2018, yakni kenaikan suku bunga empat kali tidak terjadi tahun ini," ujar Sri Mulyani saat ditemui di Hotel Bidakara, Jakarta, Kamis (21/3).

Sri Mulyani mengatakan, keputusan the Fed kali ini sudah mempertimbangkan perkembangan ekonomi AS dan global yang diprediksi melemah di tahun ini. Meskipun tekanan kebijakan the Fed berkurang, namun pelemahan ekonomi global tetap menjadi tantangan yang harus dihadapi oleh banyak negara.

"Bahwa mereka (The Fed) fokus ke pelemahan ekonomi baik di AS ataupun seluruh dunia. Jadi ini juga berikan peringatan dua hal, bahwa lingkungan global mungkin menjadi lemah tapi dengan the Fed tidak menaikkan suku bunga," jelasnya.

Sebelumnya, The Federal Reserve (the Fed) mengindikasikan tidak akan menaikkan suku bunga di tahun ini, setelah Bank sentral Amerika Serikat (AS) melakukan serangkaian kenaikan suku bunga sejak tiga tahun lalu. Hal ini dikarenakan perekonomian AS tengah melambat.

The Fed mempertahankan suku bunga acuannya di kisaran 2,25-2,5 persen. Langkah the Fed sesuai harapan dan permintaan pasar. Pembuat kebijakan Federal Open Market Committee (FOMC) mengambil perubahan tajam dari proyeksi kebijakan sebelumnya.

Diketahui, The Fed menaikkan suku bunga sebanyak tujuh kali selama periode 2017-2018, mendekati 2,6 persen untuk suku bunga acuan. Proyeksi menunjukkan the Fed tidak lagi mengharapkan perlunya membuat kebijakan terbatas untuk menjaga terhadap inflasi.

Rekomendasi