Harga minyak dunia masih bertahan rendah di bawah USD 50 per barel. Padahal, di pertengahan 2014 silam, harga minyak berada di atas USD 100 per barel. Produsen minyak berencana akan membekukan pasokan untuk menaikkan harga.
Meski demikian, Pemerintah Iran tetap ngotot dan tidak akan membekukan produksi. Negara ini justru akan terus menggenjot ekspor. Wakil Menteri Perminyakan Iran, Rokneddin Javadi mengatakan, negaranya akan terus meningkatkan ekspor sebagai langkah awal dicabutnya sanksi barat atas negara tersebut.
"Dalam keadaan sekarang, pemerintah dan kementerian Perminyakan belum mengeluarkan kebijakan pembekuan produksi di perusahaan minyak Iran (NIOC)," ucap Javadi kepada kantor berita Iran, Mehr, Senin (23/5).
Saat ini, ekspor minyak mentah Iran, termasuk kondensat gas mencapai 2 juta barel per hari. Kapasitas ekspor minyak mentah Iran akan mencapai 2,2 juta barel pada pertengahan musim panas nanti.
Kelompok negara pengekspor minyak, termasuk Iran (OPEC) dijadwalkan akan melakukan pertemuan pada 2 Juni mendatang. Pertemuan ini akan membahas kesepakatan pembekuan produksi bersama negara Non-OPEC untuk menaikkan harga minyak.
Arab Saudi menuntut Iran untuk ikut membekukan produksi. Bahkan, ini merupakan syarat Saudi jika ingin mengurangi produksi.
Permintaan Saudi ini tidak akan diikuti Iran karena negara tersebut sedang berjuang meningkatkan ekspor pasca dicabutnya sanksi barat. Kompromi antara Saudi dan Iran hampir tidak mungkin terjadi.