Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Susi Pudjiastuti turut mengkritik langkah impor kedelai. Dia menyoroti sejumlah oknum yang pegang kendali atas impor kedelai tersebut.
Menurut dia, impor kedelai merupakan lahan basah bagi sejumlah pihak karena keuntungannya besar. Oleh karenanya, Susi mengatakan, niat mulia jadi modal utama untuk menyetop impor kedelai yang harganya terus tinggi.
"Tapi kalau yang senang impor tidak mau ngalah, ya susah. Kembali lagi fee atau keuntungan impor itu besar. Hanya kemauan, ketulusan besar dan tinggi yang bisa melawan itu semua," tulis Susi Pudjiastuti dalam akun resmi Twitter @susipudjiastuti, dikutip Selasa (12/1).
Untuk itu, dia mendesak pemerintah untuk mengatur pengeluaran atas produk kedelai dari luar negeri. "Atur impor untuk tidak terlalu jor-joran, supaya produksi petani dapat pasar dan harga. Awal harus dipaksa," imbuhnya.
Dia juga mengimbau pemerintah untuk kembali menggagas program-program pertanian dan penghijauan lahan di masa lalu yang terbukti ampuh dalam menjaga ketahanan produksi pangan.
Seperti program reboisasi Gerakan Gandrung Tatangkalan (Rakgantang) yang dicanangkan Solihin GP selaku Gubernur Jawa Barat pada 1970.
"Buat program seperti dulu. Rak Gantang, penghijauan dan palawija, supaya semua tanam, pupuk subsidi ganti untuk bibit gratis dan modal kerja. Pastikan penerimanya benar," jelasnya.
Advertisement
Harga Kedelai Tertinggi dalam 6 Tahun
Sebelumnya, Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi menyebutkan harga kedelai yang mencapai 13 dolar AS per bushel (gantang) di pasar global menjadi yang tertinggi dalam enam tahun terakhir.
"Sekarang ini harga kedelai itu 13 dolar AS per bushel, per rumpunnya. Ini adalah harga tertinggi dalam enam tahun terakhir," kata Menteri Perdagangan Muhammad Lutfi dalam konferensi pers secara virtual dikutip dari Antara, Senin (11/1/2021).
Bushel adalah unit pengukuran yang berlaku di AS yang digunakan menakar volume kering suatu komoditas perdagangan, khususnya komoditas pertanian seperti kedelai. Ukuran 1 bushel = 27,2 kg.
Lutfi menyampaikan bahwa tingginya permintaan kedelai di pasar global, serta produksi yang menurun menjadi penyebab utama melambungnya harga kedelai.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com