Selain kereta sedang, Jepang tawari pembangunan pelabuhan Patimban

"Tentunya ini akan ditanyakan pemerintah Jepang," kata Pramono.

Supriatin
Oleh Supriatin - Reporter
Selain kereta sedang, Jepang tawari pembangunan pelabuhan Patimban
Selain kereta sedang, Jepang tawari pembangunan pelabuhan Patimban

Sekretaris Kabinet, Pramono Anung mengatakan, Jepang telah mengajukan dua permintaan kerja sama pembangunan infrastruktur dengan Indonesia. Pertama terkait pembangunan Pelabuhan Patimban di Subang dan kedua pembangunan kereta sedang Jakarta-Surabaya.

Menurut Pramono, permintaan ini akan ditanyakan kembali oleh Perdana Menteri Jepang, Shinzo Abe kepada Presiden Jokowi dalam pertemuan KTT G7 yang dihelat di Oshima, Jepang pada Jumat (27/5).

"Tentunya ini akan ditanyakan pemerintah Jepang," kata Pramono dalam konferensi pers di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (26/5).

Mengenai permintaan kerja sama pembangunan Pelabuhan Patimban, jelas Pramono, sudah dipersiapkan. Sebab, telah ada pembahasan antara Menteri Perhubungan, Ignasius Jonan dengan pemerintah Jepang.

"Bahkan sampai dengan periodisasi waktu, pembentukan badan usaha pelabuhan, dan sebagainya," sambung Pramono.

Sementara, rencana kerja sama pembangunan kereta sedang Jakarta-Surabaya masih dalam pembahasan. Belum ada kesiapan dari pemerintah Indonesia. Namun, kata Pramono, pemerintah Indonesia ingin Jakarta-Surabaya memiliki akses transportasi kereta yang lebih cepat dari sebelumnya.

"Pemerintah Indonesia yang jelas juga ingin Surabaya-Jakarta ini bisa lebih cepat karena memang pertama penyeberangannya masih semuanya di permukaan sehingga kalau ada mobil lewat masih di setop. Itu pertama, kedua, kualitas rel sudah cukup bagus tapi masih sambungannya masih cara lama, padahal teknologi sekarang itu sudah berubah. Nah itu lah nanti yang akan diperbaiki. kenapa saya bilang bukan kereta cepat, tapi kereta sedang karena memang itu yang akan dilakukan," terang Pramono.

Kendati sudah ada rencana pembangunan kereta sedang Jakarta-Surabaya, Pramono belum bisa menyampaikan berapa jarak tempuh yang akan ditargetkan. Yang jelas, kata dia, akan lebih cepat dari biasanya.

"Nanti kalau saya jawab ngarang namanya," pungkas dia.

Rekomendasi