PUPR: 30 kontraktor asing gulung tikar karena tak kebagian proyek di Indonesia
Merdeka.com - Maraknya pembangunan infrastruktur di era Jokowi-JK turut memberi dampak pada kontraktor lokal yang kedapatan jatah untuk mengerjakan proyek. Akibatnya, beberapa kontraktor asing di Indonesia terpaksa gulung tikar karena tidak kedapatan lahan pekerjaan.
Direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Kementerian PUPR, Syarif Burhanuddin mengatakan, dari sekitar 636 kontraktor luar yang ada di Tanah Air, sekitar 30 perusahaan kini terpaksa tutup.
"Ini tentu jadi hal yang perlu diinformasikan juga, bahwa di Indonesia ini kurang lebih ada 636 kontraktor asing. Sekitar 300 itu sudah tidak aktif, yang aktif hanya 196. Bahkan ada yang closed kurang lebih 30-an karena mereka tidak dapat pekerjaan sampai setahun, maka sesuai aturannya kita tidak memperpanjang," tuturnya di Jakarta, Selasa (2/10).
Syarif menyebutkan, kebutuhan untuk memperpanjang masa kerja pihak kontraktor yakni harus memiliki kegiatan selama 3 tahun. Jika dalam kurun waktu tersebut tidak terlibat dalam suatu proyek, maka Bina Konstruksi memiliki wewenang untuk menyudahi kontrak.
Menurut perhitungannya, saat ini terdapat sekitar 126 ribu kontraktor lokal yang juga aktif berkegiatan mengerjakan proyek. Dari jumlah tersebut, mayoritas atau sekitar 85 persen merupakan kontraktor kecil. Sementara 12-15 persen adalah kontraktor berskala menengah, dan kurang dari 1 persen merupakan kontraktor besar.
"Di kondisi tertentu kita harus bangga dengan kontraktor kita. Asing itu kan ada di sini kalau memang kita butuhkan. Kalau di sini tersedia, ya ngapain," cetusnya.
Namun begitu, dia menekankan, negara sebenarnya masih membutuhkan bantuan jasa dari pihak kontraktor luar negeri. "Ini tentu kita juga masih membutuhkan kerjasama dengan mereka dalam hal-hal tertentu," tandasnya.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya