Better experience in portrait mode.
Iklan - Geser ke atas untuk melanjutkan

Presiden Jokowi: Saya Pastikan Kita Tak Impor Beras Hingga Juni 2021

Presiden Jokowi: Saya Pastikan Kita Tak Impor Beras Hingga Juni 2021 Presiden Jokowi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akhirnya buka suara terkait polemik impor beras 1 juta ton. Dia memastikan pemerintah tidak akan mengimpor beras hingga Juni 2021.

"Saya pastikan sampai Juni 2021 tidak ada beras impor yang masuk ke negara kita Indonesia," ujar Jokowi dalam siaran pers resminya, Jumat (26/3).

Indonesia disebutnya sudah hampir 3 tahun tidak pernah melakukan impor beras dari negara luar. Di samping itu, pemerintah sebenarnya juga punya ikatan kerjasama untuk menyerap beras dari Vietnam dan Thailand.

Namun perjanjian tersebut hanya untuk siaga jika Indonesia kekurangan stok beras di masa pandemi Covid-19 ini.

"Dan saya tegaskan, memang ada ada MoU dengan Thailand dan Vietnam. itu hanya untuk berjaga-jaga. Mengingat situasi pandemi yang penuh dengan ketidakpastian," ungkapnya.

"Saya tegaskan sekali lagi, berasnya belum masuk," seru Jokowi.

Waktu yang Tepat untuk Impor

Kesempatan lain, Pengamat Pertanian dari Asosiasi Ekonomi Politik Indonesia (AEPI) Khudori menilai, waktu yang tepat untuk melakukan impor 1 juta ton beras yakni pada bulan Agustus hingga September.

"Dari sisi waktu saya kira memang sekarang itu tidak tepat, blunder sekali. Kalau kita ikuti dari 3 siklus panen yang ada di produksi padi, itu kan panen musim pertama atau panen raya itu kira-kira Februari sampai Mei itu produksinya kira-kira 60 sampai 65 persen dari produksi nasional," kata Khudori dalam diskusi Narasi Institute: Mengakhiri Kontroversi Impor Beras, Jumat (26/3).

Kemudian, panen kedua itu akan berlangsung dari Juni sampai September, dan produksi beras kira-kira 30 sampai 35 persen berasal dari produksi nasional, sisanya baru musim paceklik.

Menurutnya, jika mengacu pada 3 siklus panen ini, sebetulnya waktu yang ideal untuk menentukan kapan pemerintah itu harus impor atau tidak yakni pada bulan Agustus-September. Karena ketika Agustus-September, realisasi musim panen raya pada Februari sampai Mei.

"Pada saat yang sama kalau Agustus-September itu kita paling tidak, realisasi musim panen kedua itu sudah 70 persen sudah di tangan. Jadi produksi yang sudah di tangan kira-kira 85 persen, ketika kita putuskan pada saat Agustus-September," jelasnya.

Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana

Sumber: Liputan6.com

(mdk/idr)
Geser ke atas Berita Selanjutnya

Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya

Buka FYP