PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) mengajukan permohonan kepada pemerintah untuk mengelola 3 WKP (Wilayah Kerja Panas Bumi) lagi.
"Tiga lagi proses. Kita mohon ke pemerintah untuk dapat ditugaskan. Gunung Sirung itu 5W, Oka Ile Ange itu 10 MW, dan Danau Ranau 55 MW," ungkap Manager Senior Energi Panas Bumi PT PLN, Yudistian Yunis di Jakarta, Kamis (15/3).
Sejauh ini PLN sudah mengantongi izin mengelola 8 WKP. Dari 8 WKP tersebut, 5 di antaranya tengah dilakukan studi Geosains.
"Kami sedang membuat studi untuk menentukan nanti pengeboran kita mau kemana. Studi Geosains. Ada Geologi, Geokimia, dan Geofisika. Dari hasil studi kita tahu ngebor kemana, dan berapa MW kita dapat," katanya.
"Kita lakukan di Lima WKP ada Tangkuban Parahu, Jawa Barat, Atadei di Lembata, Flores, Songa Wayaua di Halmahera Selatan, Kepahiang, Sumatera, dan Ungaran Jawa Tengah. Lima itu akan diadakan studi," imbuhnya.
Belum lama ini PLN telah melakukan pengeboran di WKP Tulehu, Maluku Tengah. Dari 4 sumur gas yang dibor, 2 diantaranya berhasil.
"Yang sudah selesai itu di Tulehu kita bisa ada empat lubang, ada dua yang bisa hasilkan uap. Hari ini buka sumur kedua, kita tunggu 20 sampai 30 hari untuk lihat berapa MW (kapasitas listrik) yang kita dapat," tandasnya.