Perusahaan ban asal China bangun pabrik senilai Rp 6,7 T di Cikampek

Pabrik ban ini merupakan hasil peleburan perusahaan lokal yaitu PT Vorich Wealth Indo.

Pramirvan Datu Aprillatu
Perusahaan ban asal China bangun pabrik senilai Rp 6,7 T di Cikampek
ilustrasi ban. © autorentool.net

Perusahaan pendukung komponen otomotif asal China siap tanam investasinya sebesar USD 501 juta atau setara Rp 6,7 triliun di Indonesia. PT Shandong O'Green Tyre Co Ltd mengaku saat ini masih dalam tahap penyelesaian pembangunan infrastruktur berupa pabrik di Indonesia.

Pabrik ban ini merupakan hasil peleburan perusahaan lokal yaitu PT Vorich Wealth Indo guna mengoperasikan pabrik secara bersama.

General Manager (GM) Eastern O'Green, Fitria Zenitia menjelaskan dengan dana sebesar itu, nantinya target kapasitas produksi pabrik mencapai 30.000 ban per harinya. Pabriknya sendiri akan berdiri di lokasi kawasan industri Cikampek, Jawa Barat.

"Itu ban untuk truk, bus dan kendaraan jenis sedan. Saat ini kita sudah melakukan tes pasar untuk mengetahui pangsa pasarnya. Tapi investasinya terus jalan," ujar dia di Jakarta, Senin (29/2).

Fitria menegaskan beberapa negara penerima hasil produksi sudah siap dipasarkan hingga pasar ekspor seperti ke Amerika Serikat (AS), Eropa, Meksiko, Brasil dan Australia. Dia berharap hasil produksinya nanti dapat diselaraskan dengan program-program insentif investasi yang baru diresmikan Presiden Joko Widodo pada awal tahun lalu.

"Nanti 75 persen untuk ekspor dan 25 persennya pasar lokal. Kalau dari China itu masuk ke AS kena bea masuk 50 persen, kalau ke Australia 30 persen. Kalau dari Indonesia cuma 5 persen. Jadi pasar AS itu sebenarnya besar cuma kalau China itu ada pembatasan," jelas dia.

Dia menambahkan investasi tersebut dapat menyerap hingga 2.000 pekerja. Sedangkan, nilai ekspor ban yang diproduksi oleh Eastern O'Green dalam satu tahun mencapai USD 600 juta.

"Pabriknya ditargetkan selesai semester I ini. Nanti tahap 1 penyerapan tenaga kerjanya bisa sampai 2.000 orang. China boyong 200 orang tenaga kerja dari sana, itu tenaga teknisi," pungkas dia.

Rekomendasi