Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2020 Diprediksi Minus 3,27 Persen

Angka tersebut, kata Jerry tercatat jauh lebih baik dibandingkan pada kuartal II yang terkontraksi hingga minus 5,32 persen (yoy).

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pertumbuhan Ekonomi Kuartal III-2020 Diprediksi Minus 3,27 Persen
pertumbuhan ekonomi. ©2019 Merdeka.com/Imam Buhori

SIGMAPHI Policy Research and Data Analysis memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2020 minus 3,27 sampai dengan minus 3,09 persen secara tahunan atau year on year (yoy).

"Kami memprediksikan tetap minus tetapi dengan penurunan yang cukup signifikan, yakni antara -3,27 yang terburuk, sampai dengan -3,09. Nah ini tentu sesuatu yang boleh dikatakan positif dan juga harus memberikan spirit untuk kuartal-kuartal berikutnya," kata Peneliti Senior SIGMAPHI, Jerry Marmen dalam diskusi virtual, Kamis (15/10).

Angka tersebut, kata Jerry tercatat jauh lebih baik dibandingkan pada kuartal II yang terkontraksi hingga minus 5,32 persen (yoy).

Jerry mengharapkan, perkiraan tersebut dapat memunculkan ekspektasi positif di masyarakat.

"Ekspektasi masyarakat itu sangat penting dalam bagaimana kita melakukan recovery terhadap perekonomian," kata dia.

Melansir dari survei konsumen Bank Indonesia, Jerry memaparkan bahwa indeks ekspektasi konsumen (IEK) pada September 2020 berada di angka 112,58. Angka ini sedikit tertahan setelah dilakukan PSBB (Pembatasan Sosial Berskala Besar) kedua di Jakarta yang menurunkan IEK kepada kondisi 6 bulan mendatang.

"Memang, indeks keyakinan konsumen masih relatif berada di bawah optimis, tetapi ekspektasi masyarakat itu di atas 100. Jadi zonanya, masih zona optimis. Ini harus menjadi indikasi positif baik bagi pelaku ekonomi, pemerintah, dan siapa saja yang berharap positif terhadap pemulihan ekonomi di Indonesia," kata dia.

Di samping itu, Jerry juga mengatakan keyakinan konsumen terlihat dari ketersediaan lapangan kerja telah berangsur meningkat.

Reporter: Pipit Ika Ramdhani

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi