Pengusaha apresiasi keputusan Jokowi impor daging kerbau asal India

"Pada waktu daging kerbau India masuk pasti Australia juga ikut menurunkan harga."

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Pengusaha apresiasi keputusan Jokowi impor daging kerbau asal India
kerbau bule. ©2013 Merdeka.com

Ketua Umum Asosiasi Pengolahan Daging Indonesia (National Meat Processor Association/NAMPA), Ishana Mahisa mengapresiasi langkah Presiden Joko Widodo dalam mengimpor daging dari India. Menurutnya, hal ini bisa menekan harga daging impor di Indonesia.

Menurutnya, India mengekspor daging kerbau dan bukan daging sapi. Kemudian, daging dari India juga tanpa tulang serta harganya lebih murah dan bisa membuat eksportir negara lain ikut menurunkan harga.

"Daging India murah, yang untuk industri saja USD 3,2 atau Rp 40 ribu per kilogram. Daging Australia itu sekitar Rp 57 ribu. Ini solusi presiden tepat. Karena pada waktu daging kerbau India masuk pasti Australia juga ikut menurunkan harga," kata Ishana di kantor HIPMI, Jakarta, Rabu (24/2).

Ishana menyebut, impor daging kerbau dari India tidak jadi masalah, mengingat masyarakat Indonesia juga mengonsumsi daging kerbau. Bahkan, untuk dijadikan produk olahan, daging kerbau akan lebih enak karena jumlah lemaknya lebih sedikit dari daging sapi.

"Jadi industri pengolahan daging dapat impor dari India kita juga harus impor dari Australia untuk impor lemak. Karena untuk membuat sosis kita memerlukan imulsi salah satunya dari lemak. Kalau tidak ada lemak ya tidak bisa," imbuhnya.

Dengan adanya impor daging murah, Ishana yakin produksi olahan daging akan meningkat dan industri pengolahan daging juga akan meluas.

Rekomendasi