Pemerintah target salip tingkat produktivitas pekerja Indonesia dari Malaysia

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan‎ produktivitas tenaga kerja Indonesia mampu mengalahkan Malaysia. Di level ASEAN, tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia berada di posisi ke-4. Singapura masih menempati posisi pertama dalam hal produktivitas. Kemudian disusul oleh Malaysia di posisi ke-2.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Pemerintah target salip tingkat produktivitas pekerja Indonesia dari Malaysia
Pekerja Fintech. ©2018 Merdeka.com/Iqbal S Nugroho

Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) menargetkan‎ produktivitas tenaga kerja Indonesia mampu mengalahkan Malaysia. Di level ASEAN, tingkat produktivitas tenaga kerja Indonesia berada di posisi ke-4.

Direktur Bina Produktivitas Kemnaker, Muhammad Zuhri, mengatakan Singapura masih menempati posisi pertama dalam hal produktivitas. Kemudian disusul oleh Malaysia di posisi ke-2.

"Kita ini di ASEAN ada di posisi ke-4 setelah Thailand. Pertama itu Singapura, Malaysia, Thailand, baru Indonesia," ujar dia dalam acara Multi-Country Observational Study Mission on Labour Management Relation di Jakarta, Senin (23/7).

Namun demikian, lanjut dia, pemerintah tidak puas hanya berada di posisi ke-4. Meski mengaku sulit untuk menyusul Singapura, namun setidaknya produktivitas tenaga kerja Indonesia bisa menyusul Malaysia di posisi ke-2.

‎"Yang menjadi PR (pekerjaan rumah) bagi kita bagaimana kita tidak hanya puas di posisi ke-4. Kalau semua instrumen bekerja dengan baik, posisi tingkat produktivitas kita di ASEAN paling tidak menggeser Malaysia. Target kita, kita geser posisi Malaysia di peringkat ke-2. Kalau Singapura, perlu kerja keras untuk menggeser Singapura," kata dia.

Sementara dalam hal daya saing, diantara negara-negara World Economic Forum, daya saing tenaga kerja Indonesia berada di posisi 36. Dengan upaya untuk meningkatkan produktivitas diharapkan berdampak pula pada perbaikan daya saing tenaga kerja Indonesia di dunia.

"Sedangkan dalam WEF, dari 137 negara, posisi kita di 36, daya saing kita. Jadi antara produktivitas dan daya saing ini saling berpengaruh. Jadi signifikansinya itu sangat erat antara kedua itu," tandas dia.

Reporter:‎ Septian Deny
Sumber: Liputan6.com

Halaman
Rekomendasi