Pandangan Kubu Jokowi dan Prabowo Mengenai Angka Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen
Merdeka.com - Anggota Tim Kampanye Nasional (TKN) Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Rama Pratama memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia masih positif, meski berada pada angka 5 persen.
"Pertumbuhan ekonomi kita 5 persen, ternyata banyak lembaga-lembaga internasional memproyeksikan Indonesia tumbuh positif meksi tipis. Artinya apa? Kalau ada yang bilang tanpa ada pemerintah bisa terjadi, gak fair," kata dia dalam sebuah acara diskusi di UI Salemba, Jakarta, Kamis (11/4).
Dia menjelaskan, angka 5 persen diraih di tengah kondisi ekonomi global yang penuh ketidakpastian merupakan sebuah prestasi dan hasil kerja keras pemerintah.
"Di tengah ekonomi global yang gloomy, Indonesia masih bisa menjaga momentum pertumbuhannya, ini artinya ada effort (usaha) untuk menjaga momentum tersebut. Kalau mau fair, ini tentu ada kerja pemerintah. Artinya secara makro kita sudah on track," tegasnya.
Sementara itu, untuk mencapai angka pertumbuhan ekonomi 7 persen seperti janji Jokowi, dia menyebutkan setidaknya butuh 2 periode. Sehingga dia berharap Jokowi dapat kembali memenangkan pilpres tahun ini.
"7 Persen ini kan framenya 10 tahun jadi harus dipilih kembali," ujarnya.
"Pertumbuhan ekonomi 7 persen bisa di 2023. Tapi semua yang sudah kita kerjakan sudah on track dan proyeksi ke depan sudah bagus. Tercapai 7 persen untuk itulah perlu 2 periode," tambahnya.
Dalam kesempatan serupa, Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Arie Mufti menyebutkan angka pertumbuhan ekonomi 5 persen adalah bukti Jokowi tidak mampu menepati janjinya selaku presiden.
"Kondisi pertumbuhan ekonomi 5 persen ini adalah jebakan. Pak Jokowi sadar bahwasanya dia harus keluar dari jebakan ini," ujarnya.
Dia menyebutkan Indonesia harus keluar dari zona pertumbuhan ekonomi 5 persen agar dapat keluar dari middle income trap. "Merealisasikan pertumbuhan yang cukup agar keluar dari middle income trap. Jadi ketika berjanji, Pak Jokowi benar (harus 7 persen), sayangnya pada saat merealisasikannya, Pak Jokowi tidak mampu," ujarnya.
Dia menyatakan, janji Jokowi membawa Indonesia pada pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen sudah tepat. Sebab angka tersebut dapat menjadi tiket bagi Indonesia untuk menuju status menjadi negara maju.
"Problemnya bukan di janji. Siapapun pemimpinnya harus mewujudkan 7 persen ini agar keluar dari middle income trap. Kalau cuma 5 persen, cuma medioker," tutupnya.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya