Menteri PUPR: Pembangunan Infrastruktur Pendukung KTT G20 Bali Rampung September 2022

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, program percepatan pembangunan infrastruktur ini sejalan dengan tema besar Presidensi G20 Indonesia yaitu Recover Together, Recover Stronger.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Menteri PUPR: Pembangunan Infrastruktur Pendukung KTT G20 Bali Rampung September 2022
Basuki Hadimuljono. ©Liputan6.com/Maulandy Rizki Bayu Kencana

Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tengah melaksanakan percepatan pembangunan atau renovasi berbagai infrastruktur dan fasilitas di Bali. Itu dilakukan dalam rangka persiapan Presidensi Indonesia dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 2022.

Semua kegiatan dukungan infrastruktur tersebut ditargetkan selesai pada September 2022. Sehingga Bali siap jadi tuan rumah KTT G20 pada Oktober 2022.

Menteri PUPR, Basuki Hadimuljono mengatakan, program percepatan pembangunan infrastruktur ini sejalan dengan tema besar Presidensi G20 Indonesia yaitu Recover Together, Recover Stronger.

"Bali yang akan menjadi pusat lokasi penyelenggaraan KTT G20 akan dibuat lebih ramah lingkungan melalui kegiatan pembenahan infrastuktur kawasan yang didukung dengan penghijauan yang masif," kata Menteri Basuki dalam keterangan tertulis, Minggu (13/3).

Infrastruktur pendukung KTT G20 yang disiapkan antara lain, rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua dan pembangunan Embung Sanur di Denpasar. Progres rehabilitasi Waduk Muara Nusa Dua saat ini mencapai 12,33 persen, sedangkan pembangunan Embung Sanur mencapai 2,27 persen.

Kementerian PUPR juga menata Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai yang berada di sekitar kawasan Waduk Muara Nusa Dua untuk digunakan sebagai showcase mangrove. Progres pekerjaannya saat ini mencapai 9,28 persen.

Lingkup Pekerjaan

Lingkup pekerjaan penataan Kawasan Mangrove Tahura Ngurah Rai antara lain pembangunan gerbang masuk, monumen G20, area plaza, beji, wantilan, jalur tracking mangrove, area persemaian, area penerima (lobby, ticketing, kantor penerima), menara pandang, viewing deck ke arah Teluk Benoa, dan area parkir di sekitar Waduk Muara.

Dukungan infrastruktur juga dilakukan dengan melakukan preservasi jalan dan jembatan sebanyak 9 ruas yang terbagi dalam 2 paket pekerjaan. Paket I terdiri dari preservasi jalan dan jembatan 7 ruas dengan total panjang 22 km.

Tujuh ruas tersebut yakni Sp Pesanggaran-Gerbang Benoa, Sp Kuta-Sp Pesanggaran, Sp Kuta-Tugu Ngurah Rai, Sp Lapangan Terbang–Tugu Ngurah Rai, Tugu Ngurah Rai–Nusa Dua, Sp Pesanggaran–Sp Sanur, Jimbaran–Uluwatu (GWK), dan Sp Pesanggaran – Sp Sanur (Sarangan).

Sedangkan paket II merupakan peningkatan jalan Sp Siligita-Kempinski dan showcase mangrove sepanjang 6,5 km. Untuk meningkatkan kualitas dan estetika, pekerjaan preservasi jalan dan jembatan disertai dengan beautifikasi atau penghijauan. Progres paket I saat ini telah mencapai 7,30 persen, sedangkan paket II mencapai 7,79 persen.

Rekomendasi