Menteri Jonan Dorong Produsen Migas Lakukan Efisiensi guna Siasati Anomali Harga
Merdeka.com - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) mendorong perusahaan produsen minyak dan gas (migas) atau Kontraktor Kontrak Kerjasama melakukan efisiensi. Hal ini untuk menyikapi anomali harga dua komoditas tersebut.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignasius Jonan mengatakan, harga migas tidak ada yang bisa menentukan, sebab banyak pengaruh yang membuat fluktuasi di antaranya gejolak politik, pasokan dan kebutuhan.
"Jadi begini, kita itu tahu bahwa harga minyak adalah harga yang terjadi dengan mekanisme demand dan supply dan pengaruh gejolak politik secara global sehingga harga minyak dan gas tak ada yang bisa menentukan," kata Jonan, saat menghadiri IPA Convex 2019, di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (4/9).
Jonan melanjutkan, agar perusahaan produsen migas bisa tetap bertahan dan meningkatkan investasi di tengah anomali harga migas, perusahaan tersebut perlu melakukan efisiensi dalam melakukan kegiatan produksi dan eksplorasi.
"Yang kita bisa lakukan, saya pesan dengan KKKS bahwa yang penting melakukan efisiensi dari pada biaya produksi atau biaya eksplorasi dengan cara menggunakan teknologi yang lebih up to date," tuturnya.
Jonan pun mendorong perusahaan produsen migas menggunakan teknologi mutakhir yang bisa menciptakan efisiensi. Menurutnya, cara ini yang hanya bisa dilakukan sehingga biaya produksi migas menjadi lebih rendah.
"Coba cari caralah, kan ini KKKS besar, Exxo, Conoco, Pertamina dll. Ini menggunakan teknologi up to date sehingga biaya produksinya lebih rendah, yang bisa kita lakukan, yang masih di tangan kita melakukan efisiensi bisnis, efisiensi biaya," tandasnya.
Reporter: Pebrianto Eko Wicaksono
Sumber: Liputan6.com
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya