Menteri Perindustrian, Airlangga Hartarto, menegaskan bahwa tahun politik tidak akan membawa pengaruh terlalu besar bagi iklim investasi, terutama dari Amerika Serikat (AS). Menurut dia, pola pikir jangka panjang para investor AS serta karakteristik politik Indonesia dan Amerika Serikat yang hampir sama, membuat para investor negeri Paman Sam tenang.
"Investor sih kebanyakan view long term kalau politik 5 tahunan. Apalagi di Amerika mereka sudah terbiasa," kata dia, US-Indonesia Investment Summit 2018 di Jakarta, Kamis (27/9).
Menurut dia, yang justru menjadi tantangan bagi Indonesia adalah persiapan iklim investasi yang ramah bagi investor serta memperbanyak sektor yang dapat dimasuki investor.
"Challenge Amerika sekarang kan kebanyakan investasi di ekstrak industri. Mereka akan dorong ke digital ekonomi. Makanya kita harus create supaya digital ekonomi ini bisa masuk," ujarnya.
"Kalau dulu revolusi kedua mereka punya perusahaan champion kan Ford. Kalau champion ekonomi sekarang kan apakah itu Google, Apple, Silicon Valley base company. Kalau sektor kan banyak," tandasnya.