Menko Luhut ungkap Indonesia segera punya alat pendeteksi kapal selam nuklir asing

Menko Luhut ungkap Indonesia segera punya alat pendeteksi kapal selam nuklir asing. Alat pendeteksi kapal selam ini murni buatan dalam negeri. Hasil rakitan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). Dirinya juga telah mengusulkan penggunaan satelit. Dia berharap Indonesia menjadi negara maritim yang kuat.

Yayu Agustini Rahayu
Oleh Yayu Agustini Rahayu - Reporter
Menko Luhut ungkap Indonesia segera punya alat pendeteksi kapal selam nuklir asing
kapal selam nuklir. shutterstock

Menteri Koordinator Kemaritiman, Luhut Binsar Panjaitan, mengatakan pemerintah tengah mengembangkan suatu alat pendeteksi kapal selam nuklir. Langkah ini diambil untuk menjaga keamanan dan kedaulatan laut Indonesia.Alat pendeteksi kapal selam ini murni buatan dalam negeri. Hasil rakitan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT)."Lalu lalang kapal selam nuklir dari negara tertentu pasti akan kita bisa monitor. Karena kami dengan BPPT sedang mengembangkan satu alat sensor yang bisa sekarang kita tanam dengan cost tidak mahal di Selat sunda," ujarnya dalam rapat bersama Badan Anggaran DPR di Gedung DPR RI, Jakarta, Rabu (13/9).Dia menambahkan saat ini pihaknya tengah memperketat sistem keamanan maritim Indonesia, khususnya di Laut Natuna. Hal tersebut dilakukan untuk menjaga kedaulatan di wilayah yang kaya akan hasil laut tersebut."Bagaimana kita mengamankan Laut Natuna ini menjadi penting dari segi aspek ikannya maupun dari aspek pertahanannya," kata Menko Luhut.Oleh karena itu, lanjutnya, dirinya juga telah mengusulkan penggunaan satelit di wilayah tersebut. Pengamanan tidak hanya dari atas tapi juga dari bawah laut dan tetintegrasi satu sama lain."Penggunaan pesawat terbang, tanker di bawah, kapal bakamla kita, di bawah kapal ikan kita, di bawah satu terintegrasi," ujarnya.Menko Luhut berharap Indonesia bisa menjadi negara maritim yang kuat dan disegani. "Akan menunjukkan bahwa kita negara kepulauan. Kita kendalikan sebagai negara maritim terbesar di dunia," tegasnya.

Rekomendasi