Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Kuartal IV Tumbuh di Atas 5 Persen, ini Alasannya

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2021 di atas 5 persen. Dia optimistis pertumbuhan ekonomi di tahun ini positif mencapai 4 persen secara year on year (yoy).

Sulaeman
Oleh Sulaeman - Reporter
Menko Airlangga Optimistis Ekonomi Kuartal IV Tumbuh di Atas 5 Persen, ini Alasannya
Kabar Gembira, PKL Terdampak PPKM di Medan Dapat Bantuan Rp1,2 Juta. Instagram/@airlanggahartarto_official ©2021 Merdeka.com

Menteri Koordinator Perekonomian, Airlangga Hartarto memproyeksikan, pertumbuhan ekonomi Indonesia di kuartal IV 2021 di atas 5 persen. Dia optimistis pertumbuhan ekonomi di tahun ini positif mencapai 4 persen secara year on year (yoy).

"Nanti kuartal IV InsyaAllah kita optimis pertumbuhan di atas 5 persen. Sehingga, secara yoy pertumbuhan sepanjang 2021 akan mencapai 4 persen," tuturnya saat meresmikan Gaikindo Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 di ICE BSD, Tangerang, Kamis (11/11).

Menko Airlangga menerangkan, proyeksi pertumbuhan ekonomi di zona positif itu lantaran kian membaiknya penanganan pandemi Covid-19 di Indonesia. Hal ini ditandai dengan turunnya kasus harian Covid-19.

"Saat ini, kasus aktif (Covid-19) harian di bawah 500. Di mana negara lain masih ribuan dan kita ingat Juli lalu mau 7.000," ujarnya.

Selain itu, kepastian mewujudkan pertumbuhan ekonomi 2021 sebesar 4 persen juga dipicu oleh menggeliatnya kinerja industri manufaktur. Hal ini tercermin dari purchasing managers' index (PMI) manufaktur Indonesia bulan Oktober yang mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah.

"PMI Oktober ini tertinggi atau mencapai 57,2. Sehingga kita dengan angka ini optimis secara year on year pertumbuhan 2021 akan mencapai 4 persen," tandasnya.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal III-2021 sebesar 1,55 persen (qtq), dan 3,51 persen (yoy). Angka ini lebih rendah dari capaian kuartal II-2021 sebesar 7,07 persen (yoy).

"Secara q to q tumbuh 1,55 persen dan secara yoy tumbuh 3,51 persen," kata Ketua BPS Margo Yuwono dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (5/11).

Kondisi ini kata Margo terjadi karena selama kuartal III adanya kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Sehingga menghambat kinerja ekonomi secara keseluruhan.

"Karena adanya PPKM yang menghambat ekonomi secara keseluruhan," kata dia.

Secara kumulatif pertumbuhan ekonomi kuartal I-III tahun 2021 jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebesar 3,24 persen.

Capaian tersebut menjadi yang terendah sejak tahun 2018. BPS mencatat pertumbuhan ekonomi pada kuartal III di tahun 2018 sebesar 3,09 persen.

Lalu periode yang sama di tahun 2019 sebesar 3,05 persen. Sedangkan tahun lalu di kuartal III sebesar 5,05 persen.

"Dari tren 2018, pertumbuhan saat ini belum mencapai level tahun-tahun sebelumnya karena berbagai peristiwa," kata dia.

Rekomendasi