India merupakan negara yang sangat sulit bagi maskapai untuk bertahan dan meraup keuntungan. Namun, satu maskapai penerbangan baru telah menemukan formula ajaib untuk bisa bertahan di India.
Maskapai tersebut adalah IndiGo yang didirikan kurang dari satu dekade terakhir. Perusahaan ini konsisten meraup keuntungan yang tumbuh 20 persen setiap tahunnya.
Perusahaan saat ini menawarkan sahamnya melalui Initial Public Offering (IPO) dan menargetkan meraup USD 460 juta. Investor banyak yang teriak ingin memiliki saham perusahaan, dan ini merupakan daftar IPO terbesar di India sejak 2012.
Maskapai ini telah mengembangkan model bisnis unik yang memungkinkan mereka mengangkut 40 persen dari keseluruhan penumpang India. Sedangkan, maskapai lainnya seperti Kingfisher telah tutup karena merugi. Pesaing lainnya, SpiceJet juga sedang berjuang untuk tetap bertahan.
Deregulasi soal penerbangan yang dilakukan pemerintah India membuat maskapai menderita. Pemerintah India membuat aturan yang rumit dan menghambat kompetitor IndiGo untuk bersaing dan mereka terpaksa memangkas harga untuk mendapatkan pasar.
Berikut formula ajaib IndiGo bertahan di India seperti dilansir dari CNN di Jakarta, Rabu (28/10).
Advertisement
Pada 2005 silam, IndiGo memesan 100 pesawat A320 dari Airbus. Ini merupakan kesepakatan tunggal terbesar yang pernah ditandatangani perusahaan.
Enam tahun kemudian, IndiGo kembali memesan 180 lebih pesawat dan ini merupakan rekor pembelian industri penerbangan.
Dengan membeli banyak pesawat sekaligus, IndiGo mampu menegosiasikan persyaratan yang lebih menguntungkan dibanding mereka perlahan membangun armada dengan membeli sedikit demi sedikit.
Selain itu, dengan membeli satu jenis pesawat, IndiGo mampu mengurangi biaya operasional. Pilot hanya perlu disertifikasi untuk satu jenis pesawat saja dan ini juga berlaku untuk mekanik dan kru penerbangan. Perusahaan juga lebih hemat dalam hal pemeliharaan.
Advertisement
Maskapai penerbangan biasanya membeli pesawat dan menggunakannya selama 15 tahun. Setelah itu, perusahaan kembali menjualnya dan meraup pundi pundi fulus.
Namun, IndiGo tidak menerapkan prinsip yang sama. Ketika mereka mengambil kiriman AirBus yang baru, mereka langsung menjual pesawat tersebut ke perusahaan penyewa pesawat (lessor) dan mereka kemudian kembali menyewa pesawat itu.
Pada akhir masa sewa, IndiGo mengembalikan pesawat ke perusahaan penyewaan tersebut.
"Tindakan rekayasa keuangan memungkinkan maskapai untuk menjaga arus kas yang tinggi dan utang yang rendah."
Advertisement
Manfaat lain dari strategi IndiGo menyewa pesawat adalah memungkinkan perusahaan selalu menggunakan pesawat baru atau berumur muda. Penyewaan pesawat biasanya berkisar dari tiga hingga enam tahun sebelum pesawat dikembalikan.
Pada April 2015, usia rata-rata pesawat IndiGo adalah 3,26 tahun, menurut prospektus perusahaan. Ini merupakan perusahaan dengan armada termuda di dunia.
Pesawat yang lebih baru juga biasanya lebih hemat bahan bakar dan membutuhkan sedikit perawatan dan menghemat biaya operasi. Dampaknya, pelanggan menyukai maskapai penerbangan ini.
Advertisement
Pesawat IndiGo beroperasi rata-rata 11,4 jam per hari dan ini lebih banyak dari maskapai penerbangan lainnya di India. Waktu antara penerbangan atau waktu tunggu di darat sangat singkat, dan maskapai tidak repot-repot menawarkan kelas bisnis atau kelas utama.
Meski demikian, layanan maskapai sangat menyenangkan karena menyediakan lounge gratis atau makanan dan minuman gratis untuk sebagian besar penumpang.
Â
Â