Mendag Lutfi Ungkap Kolaborasi dan Inovasi Kunci UMKM Indonesia Mendunia

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengingatkan, peran kolaborasi dan inovasi sebagai kunci utama perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan dan peran serta dari berbagai pihak terkait diperlukan agar UMKM bisa bersaing di ranah global.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Mendag Lutfi Ungkap Kolaborasi dan Inovasi Kunci UMKM Indonesia Mendunia
Mendag Muhammad Lutfi tinjau pasar di Medan. ©Pemprov Sumut

Menteri Perdagangan, Muhammad Lutfi mengingatkan, peran kolaborasi dan inovasi sebagai kunci utama perkembangan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM). Menurutnya, dukungan dan peran serta dari berbagai pihak terkait diperlukan agar UMKM bisa bersaing di ranah global.

Mendag Lutfi menilai kolaborasi jadi peran penting dalam perkembangan UMKM lokal untuk bisa bersaing. Peran serta dari para pemangku kepentingan menurutnya mampu mendorong pelaku usaha semakin tangguh.

"Kolaborasi yang sinergis di seluruh pemangku kepentingan dapat membantu UMKM nasional yang tangguh di pasar global," katanya dalam acara Launching Bangga Buatan Indonesia dan Bangga Wisata Indonesia di Sulawesi, Kamis (26/8).

Selanjutnya, bagi para pelaku usaha, dia menekankan terkait pentingnya inovasi untuk dapat dilakukan. Khususnya, kata dia, inovasi yang terkait dengan teknologi digital.

Dengan begitu, pelaku usaha akan mampu beradaptasi dan berkembang lebih baik lagi kedepannya. "UMKM harus adaptasi dengan kemajuan teknologi digital, tingkatkan kemampuan untuk membaca pasar global," katanya.

Selain itu, Mendag Lutfi juga berpesan untuk pelaku usaha mampu menerka produk yang dibutuhkan pasar baik lokal maupun global. "Jeli lihat pasar baik di nusantara atau global, dan berikan sesuatu terobosan produk teknologi inovasi baru," katanya.

Indonesia Pemain Kunci Ekonomi Digital

Lebih lanjut, Mendag Lutfi optimistis Indonesia bisa menjadi pemain kunci dalam ekonomi digital dunia dan kawasan Asia Tenggara.

"Indonesia sebagai salah satu negara terbesar sangat berpotensi jadi pemain kunci dalam ekonomi digital dunia dan kawasan lainnya seperti ASEAN," katanya.

Bukan tanpa dasar, dia mengacu pada torehan nilai ekonomi digital di Indonesia pada 2020 mencapai Rp 632 triliun dan proyeksi akan tumbuh delapan kali lipat pada 2030. Namun, dia mengatakan, hal itu bisa dicapai dengan beberapa syarat.

"Apabila kita bisa optimalkan pembangunan infrastruktur telekomunikasi yang merata dan membangun SDM yang kompeten, serta dukungan regulasi yang komprehensif," katanya.

Salah satunya adalah adanya dukungan regulasi yang baik sampai akses pembiayaan yang mampu memudahkan pelaku usaha untuk bisa tumbuh. Sehingga, dia berharap dengan begitu akan menghadirkan kontribusi yang lebih besar dari skala nasional.

"Didukung regulasi yang baik, hingga akses pembiayaan yang inklusif saya yakin UMKM akan tumbuh dan kontribusi lebih dari nasional," katanya.

Dia juga mengacu pada torehan transaksi e-commerce di Indonesia pada semester I 2021, tumbuh 63,4 persen, dengan nilai transaksi Rp 186,7 triliun, dan diperkirakan pada akhir tahun ini akan mencapai setidaknya Rp 395 triliun.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

Rekomendasi