Mendag Enggar: Kerjasama dengan Palestina jadi yang tercepat sepanjang sejarah RI

Setelah adanya nota kesepahaman (MoU) di Buenos Aires, Argentina, akhir tahun lalu, Kemendag langsung menyusun draft perjanjian kerja sama perdagangan dengan Palestina. Kemudian draft tersebut diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan langsung disetujui.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Mendag Enggar: Kerjasama dengan Palestina jadi yang tercepat sepanjang sejarah RI
Enggartiasto Lukito. ©2013 Merdeka.com/imam buhori

Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan perjanjian kerja sama dengan Palestina menjadi yang tercepat di sepanjang sejarah Indonesia. Biasanya, dalam perjanjian perdagangan bebas, pemerintah akan melakukan studi lalu tawar menawar hingga akhirnya mencapai kesepakatan.

‎"Ini perjanjian tercepat sepanjang sejarah kita. Kalau dulu (perjanjian kerja sama dagang) ada studi, kemudian tawar menawar. Ini langsung kita analisa dan diimplementasikan," ‎ujar dia di Kantor Kementerian Perdagangan (Kemendag), Jakarta, Rabu (23/5)

Dia menjelaskan, setelah adanya nota kesepahaman (MoU) di Buenos Aires, Argentina, akhir tahun lalu, Kemendag langsung menyusun draft perjanjian kerja sama perdagangan dengan Palestina. Kemudian draft tersebut diserahkan kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan langsung disetujui.

"Dari MoU di Buenos Aires sudah kita laporkan dan dapat pengesahan dari Pak Presiden maka itu bisa diimplementasikan. Palestina juga sudah dapat persetujuan," imbuhnya.

Menurut Enggar, kerja sama dagang ini merupakan wujud nyata dari dukungan Indonesia kepada Palestina. Dukungan ini bukan hanya dari sisi politik, tetapi juga perekonomian negara tersebut.

Duta Besar Palestina untuk Indonesia Zuhair Al-Shun‎ mengungkapkan apresiasinya terhadap dukungan dan sikap terbuka Indonesia terhadap Palestina. Dia berharap kerja sama ini bisa berjalan baik dan mampu mendorong perekonomian kedua negara.

"(Perjanjian kerja sama) Segera selesai Insya Allah. Dengan ini pasar dari Indonesia terbuka bagi Palestina.‎ Terima kasih untuk pembahasan hari ini. Indonesia terus memberikan dukungan bagi Palestina. Terima kasih," tandas dia.

Sebelumnya, Indonesia dan Palestina resmi membuka perdagangan bebas, melalui Konferensi Tingkat Menteri World Trade Organization (WTO) ke-11 di Buenos Aires, Argentina, akhir tahun lalu. Untuk tahap awal dari perjanjian dagang ini, Palestina akan mengekspor dua produknya yaitu kurma dan minyak zaitun (olive oil) ke Indonesia.

"Kami membahas mengenai implementasi dari perjanjian yang telah di tanda tangani dengan Menteri Ekonomi Palestina di Buenos Aires. Untuk tahap awal dari perjanjian ini, akan masuk dua komoditi dari Palestina, yaitu kurma dan olive oil," ujar Enggar.

Reporter: Septian Deny

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi