Para pedagang di Pasar Minggu, Jakarta protes dengan adanya operasi pasar yang dilakukan PD Pasar Jaya. Sebab, operasi pasar tersebut membuat para pedagang mengalami kerugian.
Salah satu pedagang, Tari (44) mengungkapkan protesnya kepada BUMD DKI Jakarta tersebut. Dia menilai PD Pasar Jaya mematikan usaha para pedagang.
"Saya tidak setuju kalau ada operasi pasar. Misalnya, saya jual cabai Rp 23.000 per kilogram (kg), operasi pasar PD Pasar Jaya menjual Rp 20.000 per kg. Otomatis kita di sini mati, tidak ada orang yang belanja," ujar Tari kepada merdeka.com di Jakarta, Senin (6/6).
Selain itu, pedagang menilai operasi pasar justru membuat keuntungan pedagang turun drastis. Untuk itu, para pedagang berniat melakukan protes keras kepada pengurus PD Pasar Jaya.
"Kami semua tidak terima makanya kami turun ke bawah demo ke pengurus PD Pasar Jaya," kata dia.
Hal serupa juga diungkapkan oleh pedagang lain, Lastri (45). Dia mengaku sangat keberatan adanya operasi pasar.
"Tidak setuju, nanti kita tidak laku dagangan saya gara-gara itu. Nanti, disini tidak jadi pasar sepi jadi orang pada pindah ke bawah ke tempat operasi pasar," kata Lastri.
Lastri menambahkan keuntungan para pedagang turun drastis. Apalagi, para pedagang harus bayar lapak Rp 11.000 per hari. Hal ini yang memberatkan para pedagang dengan adanya operasi pasar.