Kebutuhan beras melesat, JK nilai pola makan warga Papua jadi sebab

"Dulu kebutuhan beras nggak sebesar sekarang karena orang Papua sekarang makan beras."

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Kebutuhan beras melesat, JK nilai pola makan warga Papua jadi sebab
JK hadiri syukuran bulog. ©2016 merdeka.com/sri wiyanti

Wakil Presiden Jusuf Kalla menegaskan kebutuhan pangan, khususnya beras, terus meningkat. Itu tak hanya disebabkan oleh pertambahan penduduk, tetapi juga perubahan konsumsi.

Dia mencontohkan, Pemerintahan Soeharto mendorong masyarakat Papua beralih mengonsumsi beras dari sebelumnya sagu.

"Dulu kebutuhan beras nggak sebesar sekarang karena orang Papua sekarang makan beras. Penduduk bertambah, makanan terbatas, pada ujungnya masalah," kata Jusuf Kalla saat memberikan kuliah umum di Perum Bulog, Jakarta, Selasa (10/5).

Persoalan lain yang mengganggu produksi pangan, menurut JK, adalah perubahan iklim dan perebutan bahan baku.

"Jagung, apakah buat makanan apa bahan bakar?"

Atas dasar itu, katanya, persoalan pangan bukan hanya seputar pasokan atau distribusi yang menjadi urusan Bulog.

"Apabila bicara Bulog bagaimana distribusinya. Sebenarnya bukan kompeten apa nggak, tapi ada barangnya atau nggak?" katanya.

"Bulog nggak bisa jalan sendiri. Dari masalah-masalah itu, maka sebabkan supply oriented juga berubah disamping kebijakan pemerintah."

JK pernah menjabat sebagai kepala Bulog saat masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. Ini membuatnya paham persoalan yang dihadapi perusahaan pelat merah tersebut.

"Saya sempat menjadi Kepala Bulog dengan masa jabatan terpendek, 6 bulan. Resminya cuma 4 bulan, 2 bulan 'ilegal'."

Rekomendasi