Ke Uni Eropa, Luhut negosiasi pembatasan impor CPO

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Uni Eropa guna bernegosiasi terkait pembatasan penggunaan produk turunan kelapa sawit di Uni Eropa (EU).

Siti Nur Azzura
Oleh Siti Nur Azzura - Reporter
Ke Uni Eropa, Luhut negosiasi pembatasan impor CPO
Luhut. ©2017 Merdeka.com/Yayu Agustini Rahayu

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan melakukan kunjungan kerja ke Uni Eropa guna bernegosiasi terkait pembatasan penggunaan produk turunan kelapa sawit di Uni Eropa (EU).

"Kami tidak ingin melihat ini sebagai tindakan diskriminasi. Dalam prosesnya kami ingin membangun dialog antara mitra. Kami harap keputusan yang diambil, nantinya bisa memuaskan semua pihak. Kami tidak datang untuk mengemis, untuk didikte, tetapi untuk berdialog dengan mitra. Kami dalam posisi yang setara, kami ingin membangun partnership," kata Luhut melalui keterangan resminya, Selasa (24/4).

Sebelumnya Menko Luhut melakukan pertemuan dengan Komisioner Perdagangan EU H.E. Cecilia Malmström di kantornya. Dalam pertemuan tersebut, banyak hal yang dibicarakan tentang isu lingkungan hidup, perdagangan, dan juga kelapa sawit.

"Palm oil bukan isu, tapi lebih ke persoalan kemiskinan. Menurut riset Universitas Stamford, kelapa sawit mampu mengurangi kemiskinan hingga 10 juta orang. 51 persen lahan kelapa sawit dikuasai oleh petani. Sebanyak lebih dari 16 juta orang bergantung pada kehidupannya pada sawit," imbuhnya.

Menurutnya, ada yang janggal karena hanya sawit yang disebutkan, mengapa tidak diterapkan kepada yang lain seperti rapeseed dan bunga matahari. Padahal, hampir semua sawit yang dikirim dari Indonesia telah mendapat sertifikasi Internasional.

"Dari segi kesehatan kami sudah melakukan penelitian dan juga meminta konsultan independen tentang dampak sawit pada kesehatan, tidak ada yang salah dengan sawit," jelasnya.

Kepada Komisioner Malmstrom, dia menyampaikan komitmen Indonesia untuk mempercepat proses Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (I-EU CEPA) yang perundingannya masih berlangsung karena produk Indonesia yang diekspor ke EU bukan hanya sawit.

Rekomendasi