Presiden RI Joko Widodo mengatakan, bendungan di Karian mampu menampung 314 juta kubik air yang dibendung dari Sungai Ciujung, Sungai Ciherang. Selain itu, bendungan ini juga mampu menghasilkan listrik 1,8 Megawatt.
"Kita harapkan nanti dengan waduk ini bisa mengairi lahan kurang lebih 22 ribu hektare di Provinsi Banten dan yang kedua bisa jadi air baku bagi Provinsi Banten dan Jakarta. Serta yang ketiga juga ada PLTA di sini nantinya," kata Presiden Jokowi seperti dikutip Antara, Rabu (4/10).
Dia menambahkan, pihaknya telah memajukan target pembangunan waduk dari yang sebelumnya pada awal tahun 2020 menjadi Juli 2019.
Mengingat, perencanaan pembangunannya telah dilakukan sejak 1980-an, dan mulai digarap oleh Kabinet Kerja sejak tiga tahun lalu dan telah tercapai 47,14 persen.
"Waduk ini adalah waduk terbesar ketiga setelah Jatiluhur dan Jatigede, kemudian Waduk Karian," imbuhnya.
Selain Waduk Karian, terdapat waduk lain yang juga tengah dibangun di Provinsi Banten, yaitu Waduk Sindang Hela. Pembangunan waduk tersebut merupakan salah satu program Nawa Cita untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan ketahanan air.
Waduk akan memasok air untuk kebutuhan rumah-tangga, perkotaan dan industri di 7 kota/kabupaten yaitu Kota Tangerang, Kota Tangerang Selatan, Kabupaten Lebak, Kabupaten Tangerang dan wilayah DKI Jakarta sebesar 9,1 m3/detik melalui Karian-Serpong Conveyance System (KSCS).
Aliran airnya juga diharapkan memenuhi kebutuhan air baku Kota Cilegon dan Kabupaten Serang sebesar 5,5 m3/detik.