Jelang puasa, pemerintah bersiap buka keran impor bahan pangan

Pemerintah berkilah impor tersebut bersifat sementara.

Novita Intan Sari
Oleh Novita Intan Sari - Reporter
Jelang puasa, pemerintah bersiap buka keran impor bahan pangan
Ilustrasi Ekspor Impor. ©2014 Merdeka.com

Menjelang Ramadan, pemerintah belum dapat memaksimalkan ketersediaan beberapa komoditas pangan seperti jagung, kedelai dan daging. Pemerintah berencana membuka kembali keran impor terhadap komoditas pangan tersebut guna memenuhi kebutuhan nasional.

"Yang dikejar peningkatan produksi seperti jagung, daging. Karena situasi kita masih defisit misalnya daging masuki bulan Ramadan dan tahun baru permintaan jadi tinggi," ujar Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago di Kantornya, Jakarta, Rabu (3/6) malam.

Dia menegaskan, impor tersebut bersifat sementara. "Secara itung-itungan. Kalau pilihannya adalah kebutuhan masyarakat dan kebijakan nasionalistis tentu kebutuhan masyarakat yang diutamakan. Produksinya dibawah konsumsi pada saat itu mau tidak mau harus impor," jelas dia.

Dari sisi pasokan beras, Andrinof mengklaim pangan utama tersebut masih terbilang aman. Akan tetapi, jika data menunjukkan kekurangan pasokan, maka dia memastikan impor akan diizinkan secara terkendali.

Rekomendasi