Jamkrindo gandeng PNM salurkan pembiayaan kredit keluarga sejahtera

Hal ini sebagai upaya mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya UMKM.

Sri Wiyanti
Oleh Sri Wiyanti - Reporter
Jamkrindo gandeng PNM salurkan pembiayaan kredit keluarga sejahtera
Pencairan dana Simpanan Keluarga Sejahtera. ©2014 merdeka.com/imam buhori

Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo) bersama PT Permodalan Nasional Madani (PNM) melakukan Penandatanganan Kerja Sama (PKS) tentang Penjaminan Pembiayaan Mikro Mekaar. Mekaar merupakan program Membina Keluarga Sejahtera (Mekaar) di mana Jamkrindo menjamin pembiayaan kredit mikro yang disalurkan PNM.

Hal ini sebagai upaya mendorong perekonomian dan kesejahteraan masyarakat khususnya Usaha Mikro Kecil Menengah dan Koperasi (UMKMK).

"Kerja sama kemitraan ini, sangat strategis dan bertujuan lebih meningkatkan kinerja masing-masing pemangku kepentingan baik peningkatan realisasi kredit atau pembiayaan oleh PNM sekaligus meningkatkan volume penjaminan oleh Perum Jamkrindo," ujar Direktur Utama Perum Jamkrindo, Diding S.Anwar, di Kantor BUMN, Jakarta, Kamis (11/2).

Jamkrindo dan PMN merupakan BUMN yang berkomitmen pada pengembangan pelaku usaha mikro kecil (UMK) di Indonesia. Program pengembangan kapasitas usaha dan penyaluran kredit mikro ini diharapkan bisa melahirkan pengusaha-pengusaha lokal dan keluarga-keluarga tangguh yang matang melalui pembekalan serta pendampingan usaha dan motivasi.

Diding mengatakan, Jamkrindo optimistis pertumbuhan bisnis penjaminan akan semakin baik. Jamkrindo menargetkan pada 2016 volume penjaminan kredit bisa mencapai Rp 115 triliun, 65 triliun di antaranya akan ditarget dari penjaminan non KUR dan sisanya dari penjaminan KUR.

Per akhir Desember 2015, Perum Jamkrindo berada pada posisi strategis yang bertumbuh seiring dengan pertumbuhan ekuitas dan aset perusahaan. Perum Jamkrindo mencatatkan laba (sebelum pajak) hingga akhir Desember 2015 sebesar Rp 780,179 miliar.

Total aset perusahaan per 31 Desember 2015 adalah sebesar Rp 11,388 triliun. Nilai ini meningkat dibandingkan aset yang tercatat hingga akhir tahun 2014 yang tercatat Rp 10,02 triliun (yoy). Sedangkan, nilai ekuitas tercatat Rp 9,267 triliun atau naik dari posisi ekuitas per 31 Desember 2014 sebesar Rp 8,417 triliun.

Rekomendasi