Jakarta banjir, pengusaha makanan rugi Rp 300 M per hari

Total kerugian yang diderita pengusaha makanan dan minuman bisa mencapai Rp 2 triliun.

Idris Rusadi Putra
Oleh Idris Rusadi Putra - Reporter
Jakarta banjir, pengusaha makanan rugi Rp 300 M per hari
Grogol Tergenang. ©2012 Merdeka.com/arie basuki

Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman Indonesia (GAPMMI) mengakui mengalami kerugian karena banjir yang melanda Jakarta serta cuaca ekstrem yang terjadi belakangan ini. Untuk banjir Jakarta saja, pengusaha tersebut harus menanggung kerugian sekitar Rp 300 miliar per hari.

Ketua Umum GAPMMI Adhi S. Lukman mengatakan kerugian yang dialami pengusaha makanan minuman disebabkan jalur pendistribusian di Jakarta yang terganggu akibat banjir. Namun, dari sektor produksi sendiri belum mengalami gangguan.

"Ya, (kerugian) sekitar Rp 300 miliar," kata Adhi saat dihubungi wartawan, Jakarta, Kamis (17/1).

Dia mengatakan, cuaca ekstrem yang melanda Indonesia belakangan ini juga mengganggu distribusi secara nasional. Pendistribusian makanan dan minuman juga terganggu ketika banjir melanda jalan menuju Pelabuhan Merak seminggu yang lalu.

Secara keseluruhan, bencana awal tahun ini telah menyebabkan kerugian hingga Rp 2 triliun untuk sektor makanan dan minuman. Ini juga dialami karena kurang lancarnya penyeberangan di pelabuhan Merak - Baekahuni.

"Kita keganggu bukan saat ini saja, tetapi pas Merak banjir juga terganggu, kalau makanan segar (sayuran) sangat rugi. Tapi yang tergabung dalam GAPMMI kan bukan makanan kemasan yang bisa tahan lama, namun menyebabkan sampai di tujuan tidak tepat waktu," tuturnya.

Rekomendasi