Ini faktor pemicu membaiknya sektor konstruksi di tahun politik 2018
Merdeka.com - Sekretaris Jenderal Badan Pengurus Pusat Gabungan Pelaksana Konstruksi Indonesia (Gapensi), Andi Rukman Karumpa memprediksi, sektor kontruksi akan mengalami perbaikan di 2018. Menurutnya, sektor konstruksi juga tidak akan terpengaruh dengan tahun politik yang akan dilakukan 171 daerah.
"Sektor kontruksi akan mengalami perbaikan di 2018. Kita malah akan tumbuh lebih baik dari tahun 2017," ujar Andi Rukman di Hotel Mulia, Jakarta, Senin (15/1).
Andi mengatakan, membaiknya pasar konstruksi 2018 dipicu oleh faktor politik yakni Pemilihan Presiden dan Pemilihan Kepala Daerah. Pemerintah saat ini tidak hanya memperkuat anggaran infrastruktur, tetapi juga mempercepat realisasi pembangunan infrastruktur.
"Pemerintah incumbent tidak saja memperkuat anggaran infrastruktur tapi juga mempercepat realisasi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2018. Positifnya di situ," jelas Andi.
Faktor pendukung lainnya ialah pasar konstruksi akan diperkuat oleh tumbuhnya investasi properti. Sebab di tahun politik, investasi di sektor lain seperti pertambangan, konsensi lahan dan lainnya akan wait and see. Namun, investasi akan dialihkan ke properti yang lebih stabil dan imbal hasilnya lebih menguntungkan.
Andi mengatakan, pasar konstruksi Indonesia mencapai USD 267 miliar dan merupakan pasar konstruksi terbesar di Asia Tenggara. Pasar konstruksi Indonesia melampaui negara negara tetangga lainnya seperti Malaysia yang hanya miliki potensi senilai USD 32 miliar dan Singapura senilai USD 24 miliar.
Di tingkat Asia, Indonesia berada diurutan ke empat setelah China menjadi yang terbesar di mana pangsa pasar jasa konstruksinya memiliki potensi senilai USD 1,78 triliun. Disusul oleh pasar konstruksi Jepang senilai USD 742 miliar. Kemudian India USD 427 miliar, dan lndonesia senilai USD 267 miliar.
(mdk/idr)Cobain For You Page (FYP) Yang kamu suka ada di sini,
lihat isinya