Ingin sukses dalam berbisnis? Jangan lupa jabat tangan

Jabat tangan menumbuhkan rasa saling percaya.

Moch Wahyudi
Oleh Moch Wahyudi - Reporter
Ingin sukses dalam berbisnis? Jangan lupa jabat tangan
Ilustrasi berjabat tangan. ©2014 Merdeka.com/shutterstock.com/wong sze yuen

Jabat tangan. Orang biasa, politikus, pebisnis, hingga anggota perkumpulan rahasia melakukan itu. Tak ketinggalan, anjing terlatih pun melakoninya.

Kata orang tua, jabat tangan bisa membuat orang lain memiliki kesan positif terhadap kita. Asalkan kita melakukannya dengan serius: Berdiri tegak, pegang erat dan tatap mata orang yang kita jabat tangannya.

Tapi, apa benar jabat tangan bisa menimbulkan kesan positif, terutama dalam pekerjaan? Sepertinya begitu jika didasarkan pada sejumlah penelitian di luar negeri.

Bloomberg, kemarin, memuat artikel terkait itu.

Studi yang digelar Weizmann Institute of Science, tahun lalu, menunjukkan bahwa jabat tangan seringkali digunakan seseorang untuk mengendus kepribadian orang lain. Ini terlihat dari prilaku seseorang yang menjadi obyek studi, tertangkap kamera, menncium tangannya seusai bersalaman dengan orang lain.

Peneliti menilai prilaku itu mirip dengan apa yang dilakukan mamalia lain. Semisal, tikus dan anjing yang menggunakan indera penciuman sebagai bagian dari interaksi sosial.

Penelitian terkait jabat tangan juga dilakukan Florin Dolcos dan Sanda Dolcos, sepasang suami istri pada 2012.

Florin, pakar psikologi dan neuroscience Universitas Illinois, menyebut kontak fisik dengan sesama merupakan kebutuhun fundamental manusia. Terutama jika itu bertujuan untuk membangun kepercayaan dan keamanan.

"Hal mendasar dengan bersalaman Anda berarti memerlihatkan tangan dan membuat lawan bicara tahu bahwa Anda bisa dipercaya. Karena Anda tak menyembunyikan senjata atau hal lainnya," katanya.

"Itu sangat kuno, tapi itu mungkin yang mendorong kita menjabat tangan untuk pertama kali."

Hal senada juga diungkapkan Sanda Dolcos, juga akademisi Universitas Illinois. Sanda menyebut menambahkan jabatan tangan dalam interaksi sosial membuat seseorang melihat orang lain secara positif.

"Hal umum, jabat tangan bakal membuat interaksi sosial berjalan mulus," katanya.

Jabat tangan atau sentuhan ringan di bahu juga bisa meningkatkan keberanian dalam menghadapi risiko dari sebuah keputusan yang sudah diambil. Itu didasarkan pada studi yang dilakukan peneliti Universitas Columbia dan Universitas Alberta dan dimuat dalam jurnal Psychological Science, 2010.

"Dokter selalu melakukan ini, terkadang penjual juga," kata Jonathan Levav, peneliti yang saat ini Associate Professor of Marketing di Stanford Graduate School of Business. "Sentuhan membuat orang lebih nyaman. Dan itu akan berefek pada keputusan yang dia buat."

Jabat tangan atau sentuhan ringan sangat menolong Anda untuk membungkus sebuah kesepakatan bisnis. Terutama jika Anda adalah wanita.

So, jangan sungkan untuk berjabat tangan sambil diiringi senyuman.

Rekomendasi