Direktur Utama Perumda Pasar Jaya Arief Nasrudin menyatakan pihaknya akan membatasi pembelian masker dan cairan pembersih tangan atau hand sanitizer. Sehingga, 10 ribu masker yang akan didistribusikan secara bertahap dapat merata di masyarakat.
Nantinya, pembelian dibatasi setiap orang hanya satu boks masker isi 50 lembar dengan harga eceran Rp6.500. "Pembeli hanya bisa membeli maksimal 1 boks masker, dan 10 liter hand sanitizer," kata Arief saat dihubungi, Rabu (4/3).
Sedangkan untuk hand sanitizer dijual Rp850.000 per 10 liter dan 5 liter dijual Rp430.000. Arief menyebut, pendistribusian sudah dilakukan sejak Selasa (3/3) dengan sebanyak 1.450 boks masker dan 250 galon hand sanitizer di Jakgrosir.
"Distribusi dari Jakgrosir Induk Kramatjati ke seluruh gerai Perumda Pasar Jaya seperti Jakmart, Mini DC, Pop Mom Store dan sebagainya," jelasnya.
Advertisement
Ketersediaan Masker di Dalam Negeri ada 50 Juta
Presiden Joko Widodo atau Jokowi menjelaskan saat ini kesediaan masker di dalam negeri cukup. Mantan Gubernur DKI Jakarta tersebut menjelaskan terdapat 50 juta masker yang tersedia.
"Informasi yang saya terima stok di dalam negeri ada kurang lebih 50 juta masker," kata Jokowi di Veranda Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).
Dia pun yakin masker tersedia untuk masyarakat. Walaupun kata dia, terdapat masker-masker tertentu yang langka di Indonesia.
"Memang pada masker-masker tertentu memang barangnya langka," ungkap Jokowi.
Dia juga sudah memerintahkan Kapolri untuk menindak tegas pihak-pihak yang menimbun masker. Serta menjual kembali dengan harga yang tinggi.
"Hati-hati perusahaan yang saya ingatkan," ungkap Jokowi.
Reporter: Ika Defianti
Sumber: Liputan6.com