Ketua Tim Project Management Office (PMO) sekaligus Wakil Direktur Utama PT Bank Mandiri (Persero) Tbk, Herry Gunardi menyatakan, hasil penggabungan 3 bank syariah BUMN diproyeksi bakal jadi bank yang masuk peringkat 10 besar di kancah internasional. Bank hasil merger ini juga berpotensi menempati posisi 7 atau 8 teratas di sektor perbankan dalam negeri.
Potensi ini didukung oleh total aset yang dimiliki bank syariah hasil merger yang diperkirakan mencapai Rp 220 triliun - Rp 225 triliun.
"Sementara, hasil penggabungan bank ini akan memiliki potensi menjadi 10 bank syariah teratas secara global, berdasarkan market kapital pasar," ujar Herry dalam konferensi pers secara virtual, Jakarta, Selasa (13/10).
Selain itu, Herry juga bilang bahwa proyeksi aset yang dimiliki bank syariah hasil merger ini bisa mencapai Rp 390 triliun pada 2025 mendatang. Adapun saat ini, aset 3 bank syariah tersebut mencapai Rp 214,6 triliun.
Kemudian, target pembiayaan diproyeksi bisa mencapai Rp 272 triliun. Sedangkan anggaran pendanaannya diperkirakan mencapai Rp 335 triliun. "Ini proyeksi dengan asumsi pertumbuhan yang konservatif yang kita buat," katanya.
Advertisement
Selain itu, Herry juga menjelaskan, merger bank syariah anak usaha BUMN tersebut bertujuan untuk mendorong perekonomian dalam negeri berbasis syariah yang besar dan kuat.
"Sebagai negara penduduk muslim terbesar di dunia, sekitar 13 persen populasi penduduk di dunia adalah muslim Indonesia. Jadi disini harapannya kita Indonesia bisa memiliki bank syariah yang besar serta memiliki daya saing global di kancah domestik, juga global," ujarnya.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6