Ganjar Siapkan Anggaran Tangani Dampak Virus Corona di Jawa Tengah

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk menangani dampak virus corona di Jawa Tengah. Dia menjelaskan, sejak menyebarnya virus corona di Indonesia, pihaknya telah menghitung dampak dari wabah tersebut.

Rita
Oleh Rita - Reporter
Ganjar Siapkan Anggaran Tangani Dampak Virus Corona di Jawa Tengah
Ganjar Pranowo. liputan6.com

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo mengatakan, pihaknya akan menyiapkan anggaran untuk menangani dampak virus corona di Jawa Tengah. Dia menjelaskan, sejak menyebarnya virus corona di Indonesia, pihaknya telah menghitung dampak dari wabah tersebut.

"Saya langsung minta agar dihitung secara detail. Berapa kira-kira jaring pengaman sosial yang harus diberikan. Lalu kita berhitung, yang orang miskin yang rentan, mereka perlu dibantu, yang hari ini sudah mendapatkan bantuan, rata-rata mereka ada dalam garis kemiskinan," kata Ganjar dalam virtual Webinar Sewindu Katadata, Jumat (3/4).

Selain itu, Ganjar juga meminta untuk dihitung pula berapa orang yang mulai tidak bisa bekerja, berapa yang mulai tidak bisa mendapatkan pendapatan harian. Termasuk yang kena PHK dan sebagainya yang kemudian harus kembali ke Jawa Tengah, kami kemarin memberi insentif Rp1,8 juta.

"Setelah kita hitung-hitung secara keseluruhan, termasuk rumah sakit-rumah sakit yang harus melengkapi seluruh peralatannya untuk merespon dari sisi kuratifnya, maka kemarin saya hitung ada Rp1,4 triliun," tutur Ganjar.

"Nah saat itulah kemudian di semua anggaran pokoknya untuk respon awal ini perlu disiapkan Rp1,4 triliun," imbuhnya.

Ganjar juga mulai menggenjot bantuan dari swasta, termasuk Badan Amil Zakat Infaq dan Sodaqoh (Baznas). "Kalau kita bicara pada politik anggaran saja, ini tidak akan cukup. Maka mulai kita gerakkan sekarang CSR, kita gerakkan sekarang para filantropi, kita gerakkan juga basnas," terangnya.

Dia mengimbau agar kepala daerah harus siap dalam menghadapi virus corona, dan memikirkan upaya untuk meredam dampaknya. "Kondisi yang darurat ini, kepala daerah hanya ada satu kata saja, siap," tegasnya.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6.com

Rekomendasi